Jakarta, IDN Times - Akuisisi 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Baratama milik konglomerat Tanah Air, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam menjadi sorotan.
Usai manajemen mengumumkan transaksi penjualan 10 miliar lembar saham kepada perusahaan Haji Isam, pergerakan saham BYAN menyentuh auto rejection atas (ARA) dengan penguatan nyaris 20 persen atau tepatnya 19,96 persen.
Informasi mengenai transaksi itu dirilis manajemen kemarin, (17/9/2026) pukul 17.30 WIB di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, pada Senin, (14/9) kemarin, perusahaan mengumumkan adanya keadaan kahar atau force majeure yang berdampak pada kelangsungan usaha.
