Stok Pangan Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying Jelang Lebaran

- Mendagri Tito Karnavian menegaskan stok pangan nasional aman menjelang Idulfitri dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying agar rantai pasok tetap stabil.
- Indonesia memiliki cadangan beras sekitar 4 juta ton, dengan Bulog baru menyalurkan 1 juta ton dari target intervensi 1,5 juta ton untuk menjaga harga tetap terkendali.
- Tito menginstruksikan kepala daerah menggelar pasar murah serta aktif berkoordinasi dengan distributor guna menjaga stabilitas harga dan menenangkan masyarakat jelang Lebaran.
- Mendagri Tito Karnavian menegaskan stok pangan nasional aman menjelang Idul Fitri dan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying agar rantai pasok tetap stabil.
- Indonesia memiliki cadangan beras sekitar 4 juta ton, dengan Bulog baru menyalurkan 1 juta ton dari target intervensi 1,5 juta ton untuk menjaga harga tetap terkendali.
- Tito meminta kepala daerah aktif menggelar pasar murah serta meyakinkan publik bahwa ketersediaan pangan cukup, dalam rapat koordinasi yang dihadiri pejabat lintas kementerian dan lembaga.
Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak memborong kebutuhan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan (panic buying) menjelang Idul Fitri.
Tito menegaskan, aksi panic buying justru berisiko merusak rantai pasok yang sudah terjaga. Dia menjamin persediaan pangan nasional saat ini dalam posisi yang sangat aman.
"Jadi, masyarakat sekali lagi tidak perlu panik. Itu hal yang terpenting, ya. Tidak perlu panic buying. Justru panic buying akan membuat gangguan terhadap rantai suplai," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dikutip IDN Times, Senin (9/3/2026).
1. Stok beras nasional capai 4 juta ton

Tito membantah isu yang menyebut lonjakan inflasi Februari sebesar 4,76 persen (year-on-year/yoy) disebabkan oleh kelangkaan barang. Menurutnya, harga komoditas makanan dan minuman di pasar domestik masih relatif terkendali.
Dia memaparkan bahwa Indonesia kini berada pada status swasembada beras dengan cadangan nasional menyentuh angka 4 juta ton. Saat ini, Bulog baru menggelontorkan sekitar 1 juta ton beras SPHP dari target intervensi 1,5 juta ton.
“Cadangan saja yang harusnya dilepas 1,5 juta ton oleh Bulog, itu saja masih tersisa. Kita mempunyai stok lebih kurang 4 juta ton, dan baru dilepas lebih kurang 1 juta ton untuk beras SPHP. Nah, ketersediaan stok beras kita ini cukup,” ujarnya.
2. Kepala daerah diminta gencar gelar pasar murah

Guna menjaga stabilitas harga hingga Hari Raya Idul Fitri, Tito memerintahkan seluruh kepala daerah untuk segera berkoordinasi dengan distributor dan pengusaha pasar. Dia meminta pemda aktif melakukan intervensi melalui Gerakan Pasar Murah demi membantu daya beli masyarakat.
Tito juga menekankan pentingnya komunikasi publik dari kepala daerah. Para pemimpin wilayah diminta meyakinkan masyarakat stok pangan di daerah masing-masing terjaga demi menghindari kekhawatiran yang tidak perlu.
"Nah, tugas kita pemerintah meyakinkan, menenangkan mereka bahwa stok (kita) cukup," tuturnya.
3. Rakor dihadiri pejabat lintas kementerian dan lembaga

Agenda rutin pengendalian inflasi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, serta jajaran Forkopimda setempat.
Selain itu, rapat yang digabung dengan evaluasi Program Tiga Juta Rumah ini diikuti secara virtual oleh perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kantor Staf Presiden (KSP), serta seluruh kepala daerah di Indonesia.


















