Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kincir Angin

ilustrasi kincir angin besar
ilustrasi kincir angin (pexels.com/Kindel Media)

Senyap padang yang letih
Sayap-sayap menari layaknya doa
Yang tak pernah puas menembus langit
Siap bertarung sengit

Memutar waktu, memelintir memori buruk
Kadang berderit seperti sumpah serapah
Yang memang menunggu tumpah
Memberantas opini sampah

Bak romansa kincir angin
Mencari rumah dalam badai
Sebab dalam setiap putaran yang lirih
Doa melaju tanpa letih

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Teks Tanpa Pengirim

23 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perkuburan

[PUISI] Menuju Ketiadaan

23 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi angin

[PUISI] Embusan

22 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi wanita yang berdiri di dekat kereta

[PUISI] Sapa Tanpa Gaung

21 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
Potret kursi roda

[CERPEN] Kursi Roda Ali

20 Jan 2026, 21:56 WIBFiction
ilustrasi seorang pria di tengah keramaian

[PUISI] Berlalu-Lalang

20 Jan 2026, 21:48 WIBFiction