ilustrasi melihat durasi olahraga di smartwatch (pexels.com/https://kaboompics.com/)
Melihat orang lain kuat plank sampai satu atau dua menit kadang bikin kita ikut tertantang untuk mencoba durasi yang sama. Padahal, kemampuan setiap orang berbeda, jadi gak perlu buru-buru mengejar waktu kalau posisi tubuh sendiri belum stabil. Kalau sudah kelelahan, pinggul bisa mulai turun atau punggung melengkung tanpa disadari, sehingga gerakan plank jadi kurang maksimal.
Daripada langsung memaksakan plank selama satu menit, mulailah dari durasi yang bisa kamu pertahankan dengan postur yang baik. Misalnya, tahan selama 15–30 detik terlebih dahulu, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap sesuai kemampuan. Ingat, plank yang singkat dengan teknik tepat lebih baik daripada bertahan lama tetapi posisi tubuh sudah berantakan, ya.
Plank memang terlihat sederhana, tetapi posisi tubuh dan cara melakukannya tetap perlu diperhatikan agar latihan lebih efektif. Jadi, daripada sibuk mengejar durasi, lebih baik fokus menjaga postur dan melakukan setiap gerakan dengan benar sesuai kemampuan. Nah, kalau sudah terbiasa dengan teknik yang tepat, kamu bisa meningkatkan durasi plank secara bertahap tanpa harus memaksakan diri.
Referensi:
“Core Muscle Activation With Foam Rolling and Static Planks.” Frontiers in Physiology. Diakses Oktober 2026.
“Plank Variations and Surface Instability: A Study on Core Muscle Activation in Males and Females.” Physical Therapy Korea. Diakses Oktober 2026.
“Effects of Surface Stability on Muscle Activation during Plank Exercise.” Journal of Human Kinetics. Diakses Oktober 2026.
“The Effect of Cranio-Cervical Position on Core Muscle Activation during the Prone Plank Exercise.” Applied Sciences. Diakses Oktober 2026.
“Rectus abdominis muscle thickness change and activation increase during planks performed on different surfaces.” BMC Sports Science, Medicine and Rehabilitation. Diakses Oktober 2026.