7 Cara Mengatasi Gusi Berdarah saat Puasa

- Gusi berdarah saat puasa sering kali disebabkan oleh plak yang menumpuk di gigi dan gusi.
- Sikat gigi dengan bulu yang terlalu keras bisa melukai gusi dan membuatnya berdarah.
- Gusi berdarah bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, dan bakteri ini bisa menular melalui peralatan makan yang dipakai bersama.
Gusi berdarah saat puasa bisa bikin nggak nyaman, apalagi jika terjadi saat berpuasa. Walaupun tidak sampai membatalkan puasa, tetapi gusi berdarah tetap perlu diatasi agar tidak makin parah.
Ada beberapa cara untuk mengatasi gusi berdarah saat puasa yang bisa kamu coba tanpa khawatir batal. Apa saja? Yuk, simak!
1. Jaga kebersihan mulut secara maksimal
Gusi berdarah saat puasa sering kali disebabkan oleh plak yang menumpuk di gigi dan gusi. Saat puasa, produksi air liur berkurang, sehingga bakteri bisa berkembang lebih cepat. Maka dari itu, penting untuk meningkatkan kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan flossing (membersihkan gigi dengan benang gigi) setiap hari.
Jika belum terbiasa flossing, mungkin ada sedikit perdarahan pada awalnya, tetapi ini biasanya akan membaik setelah beberapa hari. Pastikan juga membersihkan sela-sela gigi agar plak tidak menumpuk dan menyebabkan iritasi pada gusi.
2. Gunakan sikat gigi yang lembut

Kadang, gusi berdarah bukan hanya karena kebersihan yang kurang terjaga, tetapi juga akibat alat yang digunakan. Sikat gigi dengan bulu yang terlalu keras bisa melukai gusi dan membuatnya berdarah.
Saat puasa, kondisi gusi bisa lebih sensitif karena tubuh kekurangan cairan, jadi sebaiknya gunakan sikat gigi berbulu lembut yang tetap efektif membersihkan tanpa menyebabkan iritasi.
Selain itu, cara menyikat gigi juga perlu diperhatikan. Hindari menyikat terlalu keras atau terburu-buru, terutama setelah sahur dan sebelum tidur. Gunakan gerakan melingkar yang lembut agar gusi tetap sehat.
3. Perhatikan pola makan
Saat puasa, tubuh hanya mendapat asupan makanan dalam waktu terbatas, jadi penting untuk memilih makanan yang baik untuk kesehatan gusi. Hindari makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan yang bisa memicu pertumbuhan bakteri di mulut.
Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan vitamin C dan K seperti jeruk, stroberi, dan sayuran hijau yang bisa membantu memperkuat gusi dan mempercepat penyembuhan.
Jangan lupa juga untuk minum cukup air saat sahur dan berbuka. Dehidrasi bisa membuat mulut kering dan memperburuk kondisi gusi yang sensitif.
4. Kurangi stres

Percaya atau tidak, stres juga bisa berpengaruh pada kesehatan gusi. Saat stres, sistem kekebalan tubuh melemah, sehingga tubuh lebih rentan terhadap peradangan, termasuk pada gusi. Saat puasa, pola tidur dan aktivitas bisa berubah, yang mungkin memicu stres tanpa disadari.
Coba kelola stres dengan baik, misalnya dengan tidur cukup, melakukan ibadah dengan lebih tenang, dan menyempatkan waktu untuk relaksasi setelah berbuka. Dengan begitu, kesehatan tubuh dan mulut tetap terjaga.
5. Tidak merokok
Bagi yang merokok, sebaiknya pertimbangkan untuk mengurangi atau bahkan berhenti saat bulan puasa.
Rokok mengandung banyak zat beracun yang bisa memperburuk kondisi gusi dan memperlambat proses penyembuhan. Selain itu, merokok juga bisa menyebabkan mulut lebih kering, yang akhirnya memperburuk kondisi gusi yang sudah sensitif.
Jika kamu mengalami gusi berdarah saat puasa, ini bisa jadi momen yang tepat untuk mulai mengurangi kebiasaan merokok demi kesehatan yang lebih baik.
6. Jangan saling berbagi peralatan makan

Gusi berdarah bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, dan bakteri ini bisa menular melalui peralatan makan yang dipakai bersama. Saat puasa, tubuh lebih rentan terhadap infeksi karena perubahan pola makan dan waktu istirahat. Untuk menghindari penyebaran bakteri, pastikan selalu menggunakan peralatan makan dan sikat gigi pribadi.
Hindari juga berbagi makanan langsung dari sendok atau gelas yang sama dengan orang lain, terutama jika kamu sudah mengalami gejala gusi berdarah.
7. Konsultasi ke dokter gigi
Jika gusi berdarah tidak kunjung membaik dalam dua minggu meskipun sudah melakukan berbagai cara di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi. Gusi berdarah bisa menjadi tanda awal penyakit gusi yang lebih serius, seperti gingivitis atau periodontitis.
Pemeriksaan rutin ke dokter gigi tetap bisa dilakukan saat puasa, karena tindakan seperti pembersihan plak atau konsultasi tidak membatalkan puasa.
Itulah beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi gusi berdarah saat puasa tanpa takut batal.
Gusi berdarah yang terjadi sesekali mungkin tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika terjadi tanpa penyebab yang jelas, bisa jadi itu tanda sesuatu yang lebih serius, seperti penyakit gusi atau kondisi medis lain yang mendasarinya.
Jika gusi berdarah selama lebih dari dua minggu, atau jika memiliki gejala tambahan seperti bau mulut atau gusi bengkak, sebaiknya segera temui dokter gigi.
Referensi
"Benefits of Maintaining Dental Health During Fasting". Hermina Hospitals. Diakses Februari 2025.
"Things You Can Do If Your Gums Are Bleeding". Colgate. Diakses Februari 2025.
"Bleeding Gums". Cleveland Clinic. Diakses Februari 2025.