Jumlah protein yang dibutuhkan setiap orang bisa berbeda. Pertimbangkan berat badan, tingkat aktivitas, usia, dan tujuan pola makan sebelum menentukan target protein harian.
Protein juga mengandung kalori, yaitu sekitar 4 kkal untuk setiap gramnya. Jadi, meski sedang berusaha memenuhi kebutuhan protein, jumlah kalori dari seluruh makanan tetap perlu diperhatikan.
Suplemen protein memang praktis, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber protein. Usahakan tetap mengonsumsi makanan yang beragam dan seimbang agar tubuh mendapatkan berbagai nutrisi lain yang dibutuhkan.
Coba sesuaikan asupan protein dengan kebutuhan. Misalnya, apakah ingin merasa kenyang lebih lama, membantu proses pemulihan tubuh, menjaga massa otot, atau sekadar melengkapi kebutuhan protein harian.
Jika memilih protein shake atau suplemen, jangan lupa membaca daftar bahan dan kandungan nutrisinya. Pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak mengandung terlalu banyak bahan tambahan atau pemanis yang tidak diperlukan.
Jika ada pantangan makanan, kondisi kesehatan tertentu, atau sedang menjalani diet khusus, sebaiknya konsultasikan kebutuhan protein dengan dokter atau ahli gizi. Dengan begitu, jumlah dan sumber protein bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Protein bukan hanya kebutuhan bagi mereka yang rutin nge-gym atau sedang mengejar bentuk tubuh tertentu. Tubuh tetap butuh protein setiap hari untuk mendukung berbagai proses penting, termasuk saat sedang beristirahat dari olahraga. Jadi, daripada hanya memperhatikan asupan protein pada hari latihan, lebih baik jadikan protein sebagai bagian dari pola makan sehari-hari yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Referensi
Hyve. Diakses pada September 2026. "Taking Protein Without Exercise: When and Why Does It Make Sense?"
KENKO. Diakses pada September 2026. "Why Protein is Important Even If You Do Not Go To The Gym."
NDL Pro-Health. Diakses pada September 2026. "Protein on Rest Days? The Science Behind Muscle Recovery."