Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Kamu Sudah Siap Menambah Durasi Plank
ilustrasi plank (vecteezy.com/Volodymyr Ivash)
  • Tambah durasi plank jika postur tetap stabil hingga akhir latihan.

  • Pastikan otot inti aktif, napas teratur, dan bahu tidak cepat lelah.

  • Tingkatkan durasi secara bertahap setelah mampu konsisten dalam beberapa sesi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sikap palang atau plank sering dianggap latihan sederhana karena tidak memerlukan alat dan dapat dilakukan hampir di mana saja. Meski begitu, menambah durasi plank tidak selalu harus dilakukan secepat mungkin hanya demi mengejar angka tertentu. Tubuh biasanya memberi sinyal ketika otot inti sudah cukup kuat untuk menahan beban lebih lama tanpa mengorbankan kualitas gerakan.

Karena itu, penting memahami tanda-tanda kesiapan sebelum memutuskan memperpanjang waktu plank. Berikut beberapa tanda yang dapat membantu menilai apakah durasi plank sudah layak ditingkatkan. Apa saja?

1. Posisi tubuh tetap rapi hingga detik terakhir

ilustrasi plank (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

Saat seseorang belum siap menambah durasi plank, tanda yang paling sering terlihat ialah pinggul mulai turun atau justru terangkat ketika waktu hampir habis. Kondisi ini menunjukkan otot inti mulai kehilangan kemampuan untuk mempertahankan posisi yang benar. Akibatnya, beban berpindah ke area lain yang seharusnya tidak bekerja terlalu keras.

Sebaliknya, jika posisi kepala, bahu, punggung, pinggul, hingga tumit masih membentuk garis lurus sampai akhir sesi, itu menjadi sinyal yang baik. Kamu tidak perlu terus-menerus mengoreksi postur selama latihan berlangsung. Tubuh mampu mempertahankan posisi dengan lebih alami tanpa banyak kompensasi. Kemampuan menjaga teknik seperti ini biasanya lebih penting dibanding sekadar bertahan lebih lama dengan postur yang berantakan.

2. Otot perut masih mampu menahan kontraksi dengan baik

ilustrasi plank (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)

Banyak orang mengira rasa panas pada perut merupakan satu-satunya tanda latihan berjalan efektif. Padahal, yang perlu diperhatikan ialah apakah otot perut masih mampu mempertahankan kontraksi secara konsisten selama plank berlangsung. Jika kontraksi mulai hilang di pertengahan latihan, tubuh cenderung mencari cara lain untuk menopang beban.

Coba perhatikan sensasi yang muncul ketika plank mendekati akhir durasi. Apabila otot inti masih terasa aktif bekerja dan tidak tiba-tiba kehilangan tenaga, itu menandakan kapasitas daya tahannya mulai berkembang. Kamu juga tidak perlu menahan napas untuk mempertahankan posisi. Kondisi tersebut menunjukkan otot inti memiliki cadangan tenaga yang cukup untuk menghadapi durasi yang sedikit lebih panjang.

3. Bahu tidak menjadi bagian yang paling cepat lelah

ilustrasi plank (vecteezy.com/dao_kp20226443)

Plank memang melibatkan bahu, tetapi fokus utamanya tetap berada pada otot inti. Jika bahu selalu terasa sangat pegal lebih dulu dibanding perut, ada kemungkinan tubuh masih mengandalkan area tersebut sebagai penopang utama. Situasi seperti ini biasanya membuat kualitas plank menurun meski durasi terus bertambah.

Ketika kekuatan inti mulai meningkat, distribusi beban akan terasa lebih seimbang. Bahu tetap bekerja, tetapi tidak menjadi bagian yang paling menderita setiap kali latihan selesai. Kamu dapat menyelesaikan durasi yang biasa dilakukan tanpa sensasi berat berlebihan pada area bahu. Tanda ini menunjukkan tubuh mulai menggunakan otot yang tepat sehingga penambahan durasi menjadi lebih aman untuk dicoba.

4. Napas tetap teratur selama melakukan plank

ilustrasi plank (vecteezy.com/Tonefoto grapher)

Salah satu kesalahan yang sering tidak disadari ialah menahan napas saat plank mulai terasa berat. Kebiasaan ini membuat tubuh lebih cepat lelah dan dapat menciptakan tekanan yang tidak perlu selama latihan. Jika hal tersebut masih sering terjadi, menambah durasi mungkin belum menjadi prioritas utama.

Sebaliknya, orang yang sudah siap meningkatkan durasi biasanya mampu bernapas dengan lebih tenang sepanjang sesi. Tarikan dan embusan napas tetap berjalan meski otot sedang bekerja keras. Tubuh tidak terasa panik ketika waktu plank bertambah beberapa detik. Kemampuan menjaga pola pernapasan yang nyaman menjadi indikator bahwa daya tahan tubuh mulai beradaptasi dengan latihan tersebut.

5. Durasi saat ini terasa konsisten dalam beberapa sesi latihan

ilustrasi plank (vecteezy.com/ IVAN SVIATKOVSKYI)

Mampu menyelesaikan satu sesi plank dengan baik belum tentu menjadi tanda kesiapan untuk naik level. Kondisi tubuh dapat berbeda setiap hari tergantung kualitas tidur, aktivitas, maupun tingkat kelelahan. Karena itu, konsistensi lebih penting dibanding keberhasilan sesaat.

Jika durasi yang sekarang dapat diselesaikan dengan teknik yang baik selama beberapa sesi latihan berturut-turut, peluang untuk menambah waktu biasanya lebih besar. Kamu tidak lagi merasa durasi tersebut sebagai tantangan yang sangat berat setiap kali berlatih. Tubuh sudah mengenali beban yang diberikan dan mampu mengatasinya dengan lebih efisien. Pada tahap ini, penambahan beberapa detik dapat menjadi langkah yang lebih masuk akal dibanding langsung menggandakan durasi plank.

Menambah durasi plank sebaiknya dilakukan berdasarkan kemampuan tubuh, bukan karena ingin mengikuti target orang lain. Kualitas gerakan, kontrol otot, dan kenyamanan saat latihan sering kali menjadi penanda yang lebih penting dibanding angka pada stopwatch. Jadi, dari lima tanda di atas, apakah tubuhmu sudah menunjukkan kesiapan untuk naik ke durasi plank berikutnya?

Referensi
"Straight talk on planking". Harvard Medical School. Diakses Juni 2026.
"The Surprising Truth About How Long You Should Hold a Plank". Men's Health. Diakses Juni 2026.
"How Long Should You Be Able to Hold a Plank? Here’s How You Compare by Age". Health. Diakses Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article