Karena sebagian besar batu pada anak mengandung kalsium, orang tua mungkin berpikir solusi termudah adalah mengurangi makanan berkalsium seperti susu. Cara ini tidak tepat dilakukan tanpa arahan dokter.
Anak tetap membutuhkan jumlah kalsium yang sesuai untuk pertumbuhan tulang. Bahkan, mendapatkan kalsium dalam jumlah yang dianjurkan dari makanan dapat membantu mengikat oksalat di saluran pencernaan sehingga tidak terlalu banyak masuk ke urine.
Untuk pencegahan, salah satu langkah terpenting adalah memastikan anak mendapat cukup cairan, terutama air, sesuai usia dan kondisi kesehatannya.
Pembatasan natrium atau perubahan pola makan lainnya sebaiknya disesuaikan dengan jenis batu serta hasil evaluasi metabolik, bukan dilakukan secara sembarangan.
Jadi, anak kecil memang bisa terkena batu ginjal. Nyeri hebat, darah dalam urine, muntah, sulit buang air kecil, atau demam dan menggigil butuh pemeriksaan medis segera. Pada anak yang terbukti memiliki batu, langkah berikutnya bukan cuma menghilangkan batu, tetapi juga mencari tahu penyebab batu terbentuk agar risiko kekambuhan dapat diminimalkan.
Referensi
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, “Kidney Stones in Children,” National Institutes of Health, diakses Agustus 2026.
Gregory E. Tasian et al., “Annual Incidence of Nephrolithiasis among Children and Adults in South Carolina from 1997 to 2012,” Clinical Journal of the American Society of Nephrology 11, no. 3 (2016): 488–496, doi:10.2215/CJN.07610715.
Brent Cao, Roby Daniel, Ryan McGregor, and Gregory E. Tasian, “Pediatric Nephrolithiasis,” Healthcare 11, no. 4 (2023): 552, doi:10.3390/healthcare11040552.
European Association of Urology, “Urinary Stone Disease,” in EAU Guidelines on Paediatric Urology, diakses Agustus 2026.
Ferhan Demirtas et al., “Risk Factors for Recurrence in Pediatric Urinary Stone Disease,” Pediatric Nephrology 39, no. 7 (2024): 2105–2113, doi:10.1007/s00467-024-06300-0.
Gregory E. Tasian et al., “Kidney Stone Recurrence among Children and Adolescents,” Journal of Urology 197, no. 1 (2017): 246–252, doi:10.1016/j.juro.2016.07.090.