Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah ISPA Bisa Menular Lewat Udara? Ini Penjelasannya!
ilustrasi ISPA (magnific.com/rawpixel.com)
  • ISPA dapat menular lewat partikel pernapasan saat orang terinfeksi bernapas, berbicara, batuk, atau bersin; risikonya dipengaruhi jenis patogen, jarak, dan ventilasi.
  • Penularan juga bisa terjadi melalui tangan atau permukaan yang terpapar cairan pernapasan, lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata; bayi, lansia, dan penderita penyakit kronis lebih rentan.
  • Gejala umum meliputi batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan, demam, lemas, dan sakit kepala; cegah dengan cuci tangan, masker saat sakit, ventilasi baik, serta segera cari bantuan bila sesak napas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak sih, kamu merasa khawatir tertular ISPA setelah berada di dekat orang yang sedang batuk atau bersin? Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) memang kerap dikaitkan dengan penularan melalui percikan pernapasan, tetapi cara penyebarannya bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebab infeksinya. Nah, hal ini sering bikin orang bertanya-tanya, apakah ISPA benar-benar bisa menular lewat udara?

Nah, biar gak terus-terusan waswas setiap berada di dekat orang yang sedang batuk atau bersin, ada baiknya kamu tahu bagaimana ISPA bisa menular. Soalnya, memahami cara penyebarannya bisa membantu kamu lebih waspada tanpa harus merasa takut berlebihan. Yuk, cari tahu apakah ISPA bisa menular lewat udara dan bagaimana cara mencegahnya!

1. Apakah ISPA bisa menular lewat udara?

ilustrasi ISPA (freepik.com/benzoix)

Jawabannya, bisa, tergantung dari patogen yang menyebabkan infeksi. ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut, adalah infeksi yang menyerang sistem pernapasan dan dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus serta bakteri. Beberapa penyebab ISPA dapat menyebar melalui partikel yang dihasilkan saat seseorang bernapas, berbicara, batuk, atau bersin, lho.

Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk berhati-hati ketika berada di ruangan tertutup bersama dengan orang yang sedang sakit. Partikel yang mengandung kuman dapat tetap berada di udara untuk jangka waktu tertentu, tergantung pada jenis patogen dan kondisi lingkungan sekitar. Meskipun demikian, bukan berarti semua orang yang menghirup udara yang sama akan tertular, karena risiko infeksi juga dipengaruhi oleh faktor lain.

2. Bagaimana cara ISPA menular ke orang lain?

ilustrasi sakit (magnific.com/magnific)

Pernahkah kamu berada dekat dengan teman yang sedang flu, lalu merasa khawatir akan tertular beberapa hari setelahnya? Kekhawatiran tersebut cukup masuk akal karena sejumlah virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan bisa menular melalui partikel yang dilepaskan ketika orang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Partikel tersebut dapat dihirup oleh orang lain, terutama saat berada dalam jarak dekat atau di tempat dengan ventilasi yang kurang baik.

Selain melalui udara, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung atau tangan yang terpapar cairan pernapasan, lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata. Contohnya, kalau kamu menyentuh permukaan yang terkontaminasi, lalu tanpa sadar mengusap wajah sebelum mencuci tangan. Namun, cara penularan yang paling berperan tetap bergantung pada jenis kuman penyebab infeksinya, ya.

3. Apa saja gejala ISPA yang perlu diwaspadai?

ilustrasi batuk (magnific.com/8photo)

Gejala ISPA kadang mirip dengan flu biasa, sehingga sering kali dianggap remeh saat pertama kali muncul. Beberapa keluhan umum yang sering dialami meliputi batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan, dan demam. Ada pula yang merasakan tubuhnya lemas atau sakit kepala, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.

Namun, gejala ISPA dapat bervariasi pada setiap orang, tergantung pada penyebab dan bagian saluran pernapasan yang terinfeksi. Kamu harus lebih waspada jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau kondisi yang semakin memburuk. Jika kamu menghadapi kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis, ya, karena kondisi tersebut perlu ditangani dengan cepat.

4. Siapa yang berisiko tertular ISPA?

ilustrasi seorang wanita yang terkena ISPA (magnific.com/benzoix)

Meski siapa pun dapat terkena ISPA, ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi yang lebih parah. Bayi, anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki sistem imun lemah atau penyakit kronis memerlukan perhatian lebih. Pada kelompok ini, infeksi saluran pernapasan yang awalnya ringan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi risiko penularan, lho. Misalnya, terlalu lama di ruangan ramai dengan sirkulasi udara buruk dapat meningkatkan paparan partikel pernapasan dari orang yang terinfeksi. Karena itu, menjaga ventilasi ruangan dan mengurangi kontak dekat saat sakit dapat membantu menurunkan risiko penyebaran.

5. Bagaimana cara mencegah penularan ISPA?

ilustrasi mencuci tangan (pixabay.com/ivabalk)

Mencegah ISPA sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang sering kita lakukan sehari-hari, lho. Misalnya, rajin mencuci tangan pakai sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta gak asal menyentuh wajah sebelum tangan bersih. Kalau sedang sakit, sebaiknya pakai masker saat berdekatan dengan orang lain dan kurangi kontak langsung, terutama dengan bayi dan lansia yang lebih rentan mengalami infeksi berat.

Selain itu, pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik dengan membuka jendela atau menggunakan ventilasi yang memadai jika memungkinkan. Istirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan, dan mendapatkan vaksinasi sesuai rekomendasi juga dapat membantu menjaga kesehatan serta mengurangi risiko penyakit pernapasan tertentu. Nah, kalau kamu sedang mengalami gejala ISPA, jangan memaksakan diri beraktivitas seperti biasa dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika keluhan memburuk atau tak kunjung membaik.

Jadi, ISPA memang bisa menular lewat udara, tetapi cara penularannya bergantung pada kuman penyebab infeksinya. Meski gak selalu bisa dihindari sepenuhnya, menjaga kebersihan tangan, memastikan sirkulasi udara tetap baik, dan memakai masker saat sakit bisa membantu mengurangi risiko penularan. Nah, kalau kamu atau orang terdekat mulai mengalami gejala ISPA, jangan abaikan kondisinya dan segera periksa ke dokter jika gejala memburuk atau muncul sesak napas.

Referensi

“Airborne Transmission of Respiratory Viruses.” Science. Diakses Oktober 2026.

“Transmissibility and Transmission of Respiratory Viruses.” Nature Reviews Microbiology. Diakses Oktober 2026.

“Transmission Routes of Respiratory Viruses Among Humans.” Current Opinion in Virology. Diakses Oktober 2026.

“Transmission of Respiratory Viral Diseases to Health Care Workers: COVID-19 as an Example.” Annual Review of Public Health. Diakses Oktober 2026.

“Infection Prevention and Control of Epidemic- and Pandemic-Prone Acute Respiratory Infections in Health Care.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article