Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Vaksin yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

5 min read
5 Vaksin yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
ilustrasi vaksinasi (IDN Times/NRF)
  • Infeksi seperti influenza dan COVID-19 dapat meningkatkan risiko kardiovaskular; ACC memasukkan vaksin influenza, COVID-19, RSV, dan pneumokokus dalam panduan imunisasi perawatan jantung dewasa.

  • Bukti manfaat langsung terkuat ada pada vaksin influenza: pada penderita penyakit jantung iskemik, risiko kejadian kardiovaskular mayor sekitar 33 persen lebih rendah dibanding kelompok kontrol.

  • Vaksin COVID-19, zoster, RSV, dan pneumokokus berpotensi mengurangi dampak infeksi, tetapi bukti pencegahan langsung terhadap serangan jantung atau stroke masih bervariasi dan terbatas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat tubuh melawan infeksi, jantung juga bisa ikut terkena dampaknya. Peradangan dan perubahan dalam pembekuan darah selama sakit dapat memicu masalah seperti serangan jantung atau stroke, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau faktor risikonya.

Tinjauan terhadap 155 penelitian menemukan kaitan antara sejumlah infeksi virus, termasuk influenza dan COVID-19, dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, vaksin yang mencegah infeksi atau mengurangi risiko sakit berat berpotensi memberi perlindungan tambahan bagi jantung.

American College of Cardiology (ACC) memasukkan vaksin influenza, COVID-19, RSV, dan pneumokokus dalam panduan imunisasi untuk perawatan kardiovaskular pada orang dewasa. ACC juga menyebut bukti awal terkait vaksin herpes zoster. Berikut perbedaan bukti manfaatnya.

  1. 1. Vaksin influenza

    Pada orang dengan penyakit jantung, influenza dapat memicu komplikasi kardiovaskular. Sebuah metaanalisis terhadap lima uji klinis acak yang melibatkan 5.659 orang dengan penyakit jantung iskemik menemukan bahwa penerima vaksin influenza memiliki risiko kejadian kardiovaskular mayor sekitar 33 persen lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Peneliti juga menemukan penurunan risiko serangan jantung dan kematian kardiovaskular.

    Hasil ini menjadi bukti langsung yang cukup kuat bahwa vaksin influenza tahunan dapat menjadi bagian dari pencegahan sekunder (upaya mencegah kejadian berulang) pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung iskemik.

    Besarnya manfaat bagi orang tanpa penyakit jantung yang telah terdiagnosis belum tentu sama.

  2. 2. Vaksin COVID-19

    Vaksin COVID-19 membantu menurunkan risiko sakit berat. Dengan mengurangi dampak infeksi, vaksin juga berpotensi menekan komplikasi yang melibatkan jantung dan pembuluh darah.

    Dalam studi kohort terhadap lebih dari satu juta veteran di Amerika Serikat (AS), vaksin COVID-19 musim 2024–2025 dikaitkan dengan risiko kejadian kardiovaskular mayor terkait COVID-19 yang lebih rendah selama 8 bulan pemantauan.

    Kejadian yang dinilai mencakup kematian kardiovaskular, serangan jantung, stroke, dan rawat inap karena gagal jantung. Namun, peserta studi rata-rata berusia 70 tahun dan mayoritas laki-laki, sehingga hasilnya tidak otomatis menggambarkan manfaat yang sama pada semua orang.

    Walaupun peradangan otot jantung atau selaput jantung setelah vaksin COVID-19 pernah dilaporkan, tetapi kasusnya tergolong jarang. Risiko ini paling sering tercatat pada laki-laki remaja dan dewasa muda setelah vaksin mRNA. Orang dengan riwayat peradangan jantung sebaiknya membicarakan dosis berikutnya dengan dokter.

  3. 3. Vaksin herpes zoster

    Ilustrasi vaksinasi dengan tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin kepada warga sebagai upaya perlindungan kesehatan.
    ilustrasi vaksinasi (IDN Times/Herka Yanis)

    Herpes zoster atau cacar ular terjadi ketika virus varisela-zoster yang pernah menyebabkan cacar air aktif kembali. Infeksi ini diketahui berkaitan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi.

    Metaanalisis tahun 2026 terhadap 9 studi menemukan bahwa orang yang menerima vaksin herpes zoster cenderung memiliki risiko kejadian kardiovaskular yang lebih rendah. Namun, hasil ini menunjukkan adanya hubungan, bukan bukti bahwa vaksin secara langsung mencegah penyakit jantung.

    Salah satu studi besar di Korea Selatan yang melibatkan lebih dari 1,2 juta orang juga menemukan bahwa penerima vaksin zoster hidup memiliki risiko kejadian kardiovaskular yang lebih rendah. Meski demikian, karena studi ini bersifat observasional, faktor lain di luar vaksin masih bisa memengaruhi hasil. Temuan tersebut juga belum tentu berlaku untuk semua jenis vaksin herpes zoster.

  4. 4. Vaksin RSV

    RSV dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang serius, terutama pada lansia dan orang dengan penyakit jantung.

    Dalam uji klinis di Denmark yang melibatkan lebih dari 131 ribu orang berusia 60 tahun ke atas, vaksin RSV terbukti menurunkan angka rawat inap akibat gangguan jantung dan paru secara keseluruhan. Namun, ketika peneliti melihat penyakit kardiovaskular saja, penurunannya tidak cukup besar untuk dianggap bermakna secara statistik.

    Artinya, bukti saat ini lebih kuat untuk menunjukkan bahwa vaksin RSV membantu mencegah komplikasi pernapasan dan jantung-paru secara umum, bukan bahwa vaksin ini terbukti secara langsung mencegah serangan jantung.

  5. 5. Vaksin pneumokokus

    Vaksin pneumokokus membantu mencegah infeksi bakteri penyebab pneumonia. Mencegah pneumonia penting bagi orang dengan penyakit jantung karena infeksi berat dapat menambah beban tubuh dan memperburuk kondisi yang sudah ada.

    Namun, manfaat langsung vaksin pneumokokus terhadap kejadian kardiovaskular belum dapat dipastikan. Metaanalisis 2026 yang menilai vaksin polisakarida pneumokokus 23-valen (PPV23) menyimpulkan bukti saat ini masih belum cukup untuk memastikan vaksin tersebut mencegah serangan jantung, stroke, atau kematian.

  6. Vaksin adalah perlindungan tambahan

    Ilustrasi proses vaksinasi dengan tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin kepada seorang penerima vaksin.
    ilustrasi vaksinasi (IDN Times/Aditya Pratama)

    Secara umum, vaksin menjaga jantung dengan membantu mencegah infeksi atau mengurangi risiko komplikasi yang dapat menyertainya. Bukti manfaat langsung terhadap kejadian jantung paling kuat pada vaksin influenza untuk orang dengan penyakit jantung iskemik. Untuk vaksin lain, hasilnya bervariasi.

    Kebutuhan dan jadwal vaksin berbeda menurut usia, kondisi kesehatan, jenis vaksin, dan pedoman setempat. Orang dengan penyakit jantung sebaiknya berdiskusi dengan dokter untuk menentukan vaksin yang sesuai.

    Vaksin tetap merupakan pelengkap pencegahan—bukan pengganti obat, kontrol rutin, atau penanganan faktor risiko jantung.

    Referensi

    Kosuke Kawai, Cresencia Felician Muhere, Elkin V. Lemos, and Joel M. Francis, “Viral Infections and Risk of Cardiovascular Disease: Systematic Review and Meta-Analysis,” Journal of the American Heart Association 14, no. 21 (2025): e042670, https://doi.org/10.1161/JAHA.125.042670.

    Xiao Liu et al., “Association between Influenza Vaccination and Prognosis in Patients with Ischemic Heart Disease: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials,” Travel Medicine and Infectious Disease 64 (March–April 2025): 102793, https://doi.org/10.1016/j.tmaid.2024.102793.

    Miao Cai, Yan Xie, and Ziyad Al-Aly, “2024–2025 COVID-19 Vaccine and Major Adverse Cardiovascular Events among US Veterans,” JAMA Internal Medicine 186, no. 8 (2026): 988–99, https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2026.1929.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Safety Considerations for COVID-19 Vaccines,” diakses 10 Oktober 2026.

    Muhammad Talha Maniya et al., “Cardiovascular Outcomes Following Herpes Zoster Vaccination: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Cardiology in Review (2026), published online March 20, 2026, https://doi.org/10.1097/CRD.0000000000001243.

    Sooji Lee et al., “Live Zoster Vaccination and Cardiovascular Outcomes: A Nationwide, South Korean Study,” European Heart Journal 46, no. 30 (2025): 2991–3002, https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehaf230.

    Mats C. Højbjerg Lassen et al., “Bivalent RSV Prefusion F Protein–Based Vaccine for Preventing Cardiovascular Hospitalizations in Older Adults: A Prespecified Analysis of the DAN-RSV Trial,” JAMA 334, no. 16 (2025): 1431–41, https://doi.org/10.1001/jama.2025.15405.

    Juan Pinilla et al., “PPV23 Vaccination and Risk of Cardiovascular Events: A Meta-Analysis,” JACC: Advances (2026), published online August 19, 2026, https://doi.org/10.1016/j.jacadv.2026.103134.

    Paul A. Heidenreich et al., “Adult Immunizations as Part of Cardiovascular Care: 2026 ACC Concise Clinical Guidance,” Journal of the American College of Cardiology (2026), https://doi.org/10.1016/j.jacc.2026.07.004.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More