ilustrasi anak sakit (magnific.com/peoplecreations)
Menunggu anak pulih memang bisa bikin cemas, apalagi jika batuk atau demamnya belum juga mereda. Meski begitu, ada beberapa tanda yang sebaiknya gak dianggap sepele, seperti anak kesulitan bernapas, napas tampak sangat cepat, bibir kebiruan, sulit dibangunkan, atau tidak mampu minum dengan baik. Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera cari pertolongan medis karena anak mungkin membutuhkan pemeriksaan secepatnya.
Selain tanda-tanda darurat, orangtua juga perlu waspada kalau demam anak gak kunjung reda, gejalanya malah makin parah, atau si kecil sempat terlihat membaik tetapi kembali sakit. Kalau mengalami kondisi seperti ini, sebaiknya bawa anak ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Jadi, jangan cuma menghitung sudah berapa hari anak sakit, ya, tetapi perhatikan juga apakah kondisinya benar-benar berangsur membaik.
Lama ISPA pada anak bisa berbeda-beda, tergantung penyebab infeksi, gejala, dan kondisi tubuh si kecil. Selama masa pemulihan, pastikan anak cukup istirahat, mendapat asupan cairan yang cukup, dan tetap dipantau perkembangannya, ya. Kalau gejalanya gak kunjung membaik atau muncul tanda bahaya, jangan ragu membawa anak ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
Referensi
“Duration of symptoms of respiratory tract infections in children: systematic review.” The BMJ. Diakses Oktober 2026.
“Pneumonia.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.
“Exploratory meeting to review new evidence for Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) danger signs.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.
“Symptoms often continue for two but rarely for four weeks after onset of respiratory infection.” Acta Paediatrica. Diakses Oktober 2026.
“How does post COVID differ from other post-viral conditions in childhood and adolescence (0–20 years old)? A systematic review.” eClinicalMedicine. 2024. Diakses Oktober 2026.