Di antara ribuan catatan pasien dari Perang Dunia I, ada kisah seorang prajurit bernama Robert Davidson. Setelah wajahnya mengalami cedera parah, ia harus belajar berbicara lagi lewat serangkaian operasi rekonstruksi. Cedera yang dialaminya ini tidak cuma meninggalkan bekas pada wajah, tetapi juga memengaruhi kemampuan sehari-hari, seperti makan dan berbicara.
Di balik pemulihan Davidson, terdapat upaya besar. Bersama timnya, Harold Gillies menangani ribuan pasien dengan cedera serupa dan turut membentuk dasar bedah rekonstruksi wajah yang masih berpengaruh hingga sekarang.
