Comscore Tracker

6 Jenis Ketidakseimbangan Elektrolit dan Gejalanya

Mungkin, tanpa sadar kamu mengalaminya

Kita pasti pernah mendengar istilah elektrolit. Ini merujuk pada mineral yang ada di dalam tubuh dan mengontrol fungsi fisiologis penting. Contoh elektrolit adalah kalsium, sodium atau natrium, magnesium, fosfat, kalium, dan klorida.

Namun, ketika kadar elektrolit terlalu tinggi atau terlalu rendah, kinerja tubuh akan terganggu. Bahkan, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius!

Berikut ini beberapa jenis ketidakseimbangan elektrolit, gejala, serta kemungkinan penyebabnya. Here we go!

1. Hiperkalsemia dan hipokalsemia

Mengutip Healthline, kalsium merupakan mineral penting untuk membangun tulang dan gigi yang kuat, menstabilkan tekanan darah, dan mengontrol kontraksi otot rangka.

Ketidakseimbangan kalsium dibagi menjadi dua, yaitu hiperkalsemia (memiliki terlalu banyak kalsium dalam darah) dan hipokalsemia (kurangnya kalsium yang cukup dalam aliran darah).

Dilansir Mayo Clinic, hiperkalsemia biasanya disebabkan oleh kelenjar paratiroid yang terlalu aktif. Terlalu banyak kalsium dalam darah bisa melemahkan tulang, menyebabkan batu ginjal, serta mengganggu cara kerja otak dan jantung.

Sementara itu, hipokalsemia mungkin karena seseorang terlahir tanpa kelenjar paratiroid. Gejalanya adalah tekstur rambut menjadi kasar, kulit bersisik, kram, hingga kedutan di tangan, wajah, dan kaki.

2. Hipermagnesemia dan hipomagnesemia

Magnesium ialah mineral yang mengatur banyak fungsi penting, seperti ritme jantung, kontraksi otot, dan fungsi saraf. Ketidakseimbangan magnesium dibagi menjadi dua, yakni hipermagnesemia (kelebihan jumlah magnesium) dan hipomagnesemia (tubuh memiliki terlalu sedikit magnesium).

Hipermagnesemia banyak memengaruhi orang dengan penyakit Addison dan penyakit ginjal stadium akhir. Mengutip Medical News Today, gejalanya adalah mual, muntah, sakit kepala, tekanan darah rendah (hipotensi), dan sulit bernapas.

Sementara itu, penyebab hipomagnesemia adalah malnutrisi, malabsorpsi, konsumsi alkohol, dan obat-obatan tertentu. Dilansir WebMD, gejalanya adalah kehilangan selera makan, merasa lemah, mengantuk, hingga kejang otot atau tremor.

3. Hiperkloremia dan hipokloremia

6 Jenis Ketidakseimbangan Elektrolit dan Gejalanyailustrasi kelelahan (pexels.com/Ron Lach)

Mengutip MedlinePlus, klorida dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh yang tepat. Ketidakseimbangan klorida dibagi menjadi dua, yaitu hiperkloremia (terlalu banyak klorida dalam tubuh) dan hipokloremia (terlalu sedikit klorida dalam tubuh).

Penyebab hiperkloremia ialah dehidrasi parah, gagal ginjal, dan terlalu banyak asupan garam. Gejala yang mungkin dirasakan adalah tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur, kelemahan otot, kesemutan, hingga kejang.

Di sisi lain, hipokloremia sering kali disebabkan oleh masalah natrium atau kalium. Gejalanya seperti dehidrasi, kelelahan, sulit bernapas, diare, dan muntah, meskipun terkadang tidak bergejala.

Baca Juga: Benarkah Orang Dewasa Tidak Perlu Suplemen Kalsium dan Vitamin D?

4. Hipernatremia dan hiponatremia

Natrium berguna untuk menjaga keseimbangan cairan serta mengatur fungsi saraf dan kontraksi otot. Terlalu banyak natrium dalam darah disebut sebagai hipernatremia, sedangkan jika terlalu sedikit dikenal sebagai hiponatremia.

Penyebab hipernatremia ialah dehidrasi parah, kehilangan cairan tubuh akibat diare atau muntah berkepanjangan, dan pengaruh obat-obatan tertentu. Dilansir Verywell Health, gejalanya adalah mual, muntah, gelisah, kelemahan otot, dan rasa haus yang meningkat.

Bagaimana dengan hiponatremia? Penyebabnya bisa karena overhidrasi (minum air terlalu banyak) hingga masalah tiroid atau adrenal. Gejala yang dikeluhkan adalah kehilangan energi, kantuk, kelelahan, sakit kepala, kelemahan otot, kram, dan kejang.

5. Hiperkalemia dan hipokalemia

Peran kalium adalah menjaga cairan dalam sel di tingkat normal, membantu otot berkontraksi, mengatur fungsi jantung, dan mendukung tekanan darah normal. Bentuk ketidakseimbangannya adalah hiperkalemia (kadar kalium terlalu tinggi) dan hipokalemia (kadar kalium terlalu rendah).

Biasanya, hiperkalemia disebabkan oleh dehidrasi parah, gagal jantung, atau insufisiensi adrenal (ketika kadar kortisol terlalu rendah). Mengutip Cleveland Clinic, gejalanya adalah sakit perut, diare, sakit dada, jantung berdebar-debar, kelemahan otot, mual, dan muntah.

Hipokalemia mungkin terjadi karena gangguan makan, diare atau muntah parah, dehidrasi, dan obat-obatan tertentu. Gejala yang dilaporkan ialah jantung berdebar-debar, kelelahan ekstrem, kesemutan, tekanan darah rendah, sembelit, pusing, hingga pingsan.

6. Hiperfosfatemia dan hipofosfatemia

6 Jenis Ketidakseimbangan Elektrolit dan Gejalanyailustrasi nyeri sendi (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Terakhir, fosfat diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi. Akan tetapi, gangguan seperti hiperfosfatemia (kadar fosfat terlalu tinggi) atau hipofosfatemia (kadar fosfat terlalu rendah) mungkin terjadi.

Hiperfosfatemia mungkin disebabkan oleh kelenjar paratiroid yang kurang aktif, kadar kalsium rendah, atau pengaruh obat-obatan. Gejala yang dirasakan antara lain nyeri tulang atau sendi, kram, kejang otot, kesemutan, ruam, hingga kulit gatal.

Sementara itu, penyebab hipofosfatemia adalah kelenjar paratiroid yang terlalu aktif, penyalahgunaan alkohol, dan obat-obatan tertentu. Gejalanya adalah tulang yang melunak atau melemah, kelemahan atau penipisan otot, mati rasa, dan kejang.

Nah, itulah beberapa jenis ketidakseimbangan elektrolit beserta penyebab dan gejalanya. Yuk, hindari dan cegah demi kebaikan kita sendiri!

Baca Juga: 7 Gangguan Telinga yang Sering Dialami Banyak Orang

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya