Rubella sulit didiagnosis hanya berdasarkan penampilan klinis karena berbagai penyakit dapat menghasilkan demam dan ruam makulopapular yang serupa, termasuk campak, parvovirus B19, roseola, dan sejumlah infeksi virus lainnya. Konfirmasi laboratorium sangat penting.
Campak pun perlu dikonfirmasi pada kasus suspek. Pemeriksaan dapat menggunakan antibodi IgM dan deteksi RNA virus dengan RT-PCR, dengan jenis serta waktu pengambilan spesimen memengaruhi hasil pemeriksaan.
Rubella dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan serologi dan/atau RT-PCR sesuai konteks klinis.
Karena campak sangat menular, orang yang mengalami demam disertai batuk, pilek, mata merah, kemudian muncul ruam, terutama setelah kontak dengan kasus campak atau berada di daerah dengan penularan, sebaiknya menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu sebelum datang. Pengaturan pemeriksaan dapat dilakukan agar orang lain di ruang tunggu tidak ikut terpapar.
Kecurigaan rubella memiliki urgensi khusus bila terjadi pada orang hamil atau seseorang yang baru berkontak erat dengan ibu hamil. Infeksi rubella pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, atau congenital rubella syndrome, yang antara lain dapat menimbulkan gangguan pendengaran, kelainan mata, dan penyakit jantung bawaan.
Referensi
Hirokazu Kimura et al., “The Association Between Documentation of Koplik Spots and Laboratory Diagnosis of Measles and Other Rash Diseases in a National Measles Surveillance Program in Japan,” Frontiers in Microbiology 10 (2019): 269, doi:10.3389/fmicb.2019.00269.
Dominicus Husada, Kusdwijono, Dwiyanti Puspitasari, Leny Kartina, Parwati Setiono Basuki, and Ismoedijanto, “An Evaluation of the Clinical Features of Measles Virus Infection for Diagnosis in Children within a Limited Resources Setting,” BMC Pediatrics 20 (2020): 5, doi:10.1186/s12887-020-1908-6.
J. E. Banatvala and David W. G. Brown, “Rubella,” The Lancet 363, no. 9415 (2004): 1127–37, doi:10.1016/S0140-6736(04)15897-2.
World Health Organization, “Measles,” diakses Agustus 2026.
World Health Organization, “Rubella,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Chapter 20: Rubella,” Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases (Pink Book), accessed August 9, 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Lindungi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak,” diakses Agustus 2026.