Tubuh berkali-kali meluncur turun dengan kecepatan tinggi, berputar, lalu menanjak saat roller coaster. Sensasi tersebut memang menjadi daya tariknya. Namun, di balik wahana yang menantang itu, tubuh juga harus menghadapi percepatan, perlambatan, serta perubahan arah yang berlangsung sangat cepat.
Bagi sebagian besar orang sehat, roller coaster dapat dinaiki tanpa mengalami cedera serius. Kasus neurologis berat tergolong jarang dibandingkan banyaknya orang yang menaiki wahana. Namun, literatur medis tetap mencatat kasus cedera pada kepala, leher, pembuluh darah, dan mata setelah menaiki roller coaster.
Perhatian terhadap risiko tersebut kembali muncul pada Agustus 2026 setelah dua pengunjung Six Flags Magic Mountain di California mengalami perdarahan otak berat setelah menaiki roller coaster X2 pada Juli. Menurut investigasi CNN, keduanya membutuhkan operasi otak darurat.
Dokter yang merawat menyatakan cedera tersebut konsisten dengan peristiwa percepatan-perlambatan traumatis selama wahana. Six Flags, melalui dokumen pengadilan yang dikutip CNN, menyatakan X2 menjalani inspeksi harian dan bahwa pengendara normal yang menggunakan wahana sesuai petunjuk seharusnya tidak mengalami cedera otak traumatis.
Walaupun secara umum naik roller coaster tidak menyebabkan perdarahan otak, tetapic cedera serupa memang pernah dilaporkan dalam jurnal medis jauh sebelum insiden Six Flags baru-baru ini.
