Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menghadapi Candaan Offensive di Kantor Tanpa Terlihat Baper

4 min read
5 Cara Menghadapi Candaan Offensive di Kantor Tanpa Terlihat Baper
ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Nowrin Sanjana)
  • Candaan offensive di kantor, seperti body shaming atau serangan personal, perlu dibedakan dari humor sehat karena diam dapat membuat perilaku tersebut terasa normal.
  • Sampaikan ketidaknyamanan secara tenang, minta penjelasan atas ucapan pelaku, atau beri respons singkat dan datar agar candaan tidak mendapat panggung.
  • Alihkan obrolan ke urusan profesional atau bicarakan empat mata untuk menegaskan batasan tanpa mempermalukan rekan kerja di depan umum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Humor itu penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di tempat kerja. Penelitian bahkan menyebutkan bahwa humor merupakan alat komunikasi yang efektif untuk mempererat hubungan antarmanusia di samping mampu mencairkan suasana. Namun, gak semua humor itu berdampak positif, sebab humor pun ada batasnya. Kamu perlu membedakan antara lelucon yang menghibur dan ucapan yang justru bersifat merendahkan.

Di lingkungan kerja, misalnya, gak sedikit rekan kerja melemparkan candaan offensive seperti body shaming hingga candaan yang menyentuh ranah personal. Sikap dalam menanggapinya pun serba salah, tapi kalau diam saja, hal itu membuat pelaku justru merasa tindakannya normal dan wajar. Lantas, bagaimana cara merespons candaan offensive teman kantor tanpa terlihat baper?

  1. 1. Mengatakan dengan baik bahwa kamu merasa gak nyaman dengan candaan itu

    ilustrasi orang sedang mengobrol
    ilustrasi orang sedang mengobrol (pexels.com/Ryder Meehan)

    Respons langsung yang bisa kamu lakukan ialah dengan mengatakannya secara baik-baik bahwa kamu merasa gak nyaman dengan candaan rekan kerjamu. Biasanya orang yang melontarkan candaan gak menyadari kalau ucapan mereka sudah melewati batas atau menyinggung perasaan. Supaya mereka memahami tindakannya, kamu bisa menyampaikan ketidaknyamananmu secara tenang dan lugas.

    Ingat, hindari bersikap agresif dan frontal. Responslah dengan kalimat seperti, “Maaf, tapi aku kurang nyaman kalau kamu bilang gitu terus.” Berbicara dengan nada santai menunjukkan kalau kamu senantiasa bersikap dewasa. Cukup katakan hal semacam itu tanpa harus memperpanjang perdebatan.

  2. 2. Menatap lawan bicara dan meminta penjelasan dengan tenang

    ilustrasi orang sedang mengobrol dan tertawa
    ilustrasi orang sedang mengobrol dan tertawa (pexels.com/Vitaly Gariev)

    Saat candaan teman kantormu melampaui batas, kamu mungkin hanya bisa tertawa canggung demi menjaga suasana. Namun, kalau hanya tertawa, bisa saja temanmu akan mengulanginya lagi dan menormalisasikan hal itu. Maka, respons yang bisa kamu lakukan adalah menatap lawan bicaramu dengan tenang, lalu meminta penjelasan atas ucapannya.

    Misalnya dengan mengatakan, “Maksudnya gimana, ya?” Pertanyaan semacam itu secara gak langsung menuntut lawan bicara untuk menganalisis ulang ucapannya sendiri. Biasanya orang yang dimintai penjelasan akan merasa canggung, terlebih jika ia sendiri pun menyadari bahwa apa yang diucapkannya itu sebenarnya mengandung unsur hinaan atau diskriminasi.

  3. 3. Matikan suasana dengan merespons secara singkat atau dingin

    ilustrasi orang mengobrol
    ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Jangan menanggapi candaan berlebihan rekan kerjamu dengan antusias. Sebaliknya, matikan suasana dengan meresponsnya secara singkat atau dingin. Pelaku candaan offensive umumnya mengharapkan reaksi tertentu dari sasarannya, seperti tawa yang terpaksa, panik, atau bahkan emosi yang meledak-ledak. Ketika kamu memberikan reaksi semacam itu, mereka justru merasa menang karena berhasil mendapatkan panggung.

    Salah satu cara efektif yang bisa kamu lakukan ialah dengan bersikap seminimalis mungkin. Kamu bisa meresponsnya dengan ekspresi datar, anggukan pelan, senyuman tipis, atau kalimat singkat seperti, “Oh, gitu”, “Iya”, “Oke”. Respons dingin semacam itu menunjukkan kalau candaan mereka sebenarnya gak lucu, membosankan, dan gak layak mendapat perhatian. Setelah meresponsnya, berikan fokus penuh pada aktivitasmu lagi.

  4. 4. Alihkan pembicaraan ke topik yang lebih profesional

    ilustrasi orang mengobrol
    ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/RDNE Stock project)

    Kamu gak perlu buang-buang energi untuk menanggapi ucapan yang kurang menyenangkan. Abaikan saja celoteh rekan kerjamu dengan langsung alihkan pada topik yang lebih profesional. Misalnya dengan mengatakan, “Oke, terus gimana progres yang kemarin? Ada kendala?” Sikap ini memperlihatkan kedewasaan dan kontrol emosi yang baik.

    Dengan langsung mengalihkan topik pembicaraan, kamu secara gak langsung menyuruh lawan bicaramu untuk berhenti membahas hal yang dirasa gak nyaman yang diucapkannya di awal. Langkah ini juga efektif untuk menjaga fokus di tempat kerja, bukan malah terus berkutat pada obrolan yang gak guna.

  5. 5. Bicara secara personal untuk menegaskan batasan

    ilustrasi orang mengobrol
    ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/SHVETS production)

    Saat sedang berkumpul, kamu mungkin menanggapi candaan offensive rekan kerjamu dengan sikap yang seolah menormalisasikannya demi menjaga suasana. Kalau demikian, di waktu yang lain, kamu bisa berbicara secara personal dengannya untuk menegaskan batasan.

    Ingat untuk gak menegurnya di depan umum supaya gak terkesan membuat drama. Bicaralah empat mata, lalu keluarkan segala unek-unekmu dengan baik dan tetap tenang. Menegur secara personal memberikan ruang bagi kalian untuk bisa lebih mendengarkan satu sama lain dan saling memperbaiki diri. Rekan kerjamu juga jadi gak merasa dipermalukan.

    Bersikap tegas dan menetapkan batasan bukan berarti seseorang mudah terbawa perasaan. Tindakan ini justru menunjukkan bahwa kamu punya self-respect yang tinggi di samping profesionalisme yang baik. Kamu berhak kok menentukan bagaimana orang lain seharusnya memperlakukanmu. Dengan merespons candaan offensive secara tenang, kamu membantu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari budaya bullying yang dibungkus humor.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More