1.500 Hektare Sawah Warga di Pidie Jaya Masih Tertutup Lumpur

Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra meninjau langsung lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (21/2/2026).
Dia menekankan pentingnya dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat pemulihan lahan terdampak.
1. Sekitar 1.500 hektare sawah warga tertutup lumpur setebal satu meter

Di lokasi, Tito menjelaskan sekitar 1.500 hektare sawah milik masyarakat mengalami kerusakan berat akibat tertutup lumpur tebal. Ketebalan lumpur di sejumlah titik mencapai 50 sentimeter hingga satu meter, bahkan sebelumnya bisa lebih dalam.
Selain itu, terdapat ribuan hektare lahan lain yang terdampak ringan hingga sedang.
2. Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan

Kabupaten Pidie Jaya, ditegaskan Tito, merupakan salah satu lumbung pangan daerah dengan total luas pertanian sekitar 8.800 hektare. Karena itu, kerusakan lahan tersebut berpotensi mengurangi produksi padi apabila tidak segera ditangani.
"Karena ini kasihan juga masyarakatnya. Di samping itu, produksi padi kita kan bisa berkurang juga," ujar Tito dalam keterangannya, dikutip Senin (23/2/2026).
3. Kementan diminta beri perhatian

Dalam keterangannya, Tito berharap Kementerian Pertanian segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Percepatan rehabilitasi lahan dinilai penting agar sawah yang tertutup lumpur dapat kembali difungsikan sebagai lahan tanam.
"Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman, memberikan perhatian segera (terhadap kondisi lahan tersebut) untuk bisa kembali produktif," ujarnya.


















