Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Hal tentang Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Tema, hingga Panduan

10 Hal tentang Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Tema, hingga Panduan
Ilustrasi - Potret event painting class untuk anak-anak (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Intinya Sih
  • KemenPPPA menetapkan pedoman Hari Anak Nasional 2026 bertema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan' untuk memperkuat Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak dan kampanye BERLIAN.
  • HAN 2026 mengusung konsep desentralisasi agar peringatan berlangsung hingga tingkat daerah dan komunitas, dengan anak sebagai pelaku utama dalam perencanaan serta pelaksanaan kegiatan.
  • Pedoman HAN mencakup panduan bagi sekolah, pemerintah pusat, daerah, hingga desa untuk menyelenggarakan kegiatan edukatif, budaya, dan partisipatif yang menumbuhkan kesadaran perlindungan hak anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menerbitkan Pedoman Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sebagai acuan pelaksanaan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli. Dalam pedoman tersebut dijelaskan bahwa HAN tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas #RANA). 

Selain itu, HAN 2026 juga menjadi ajang menggelorakan kembali Kampanye Bersama Lindungi Anak (BERLIAN) agar perlindungan anak menjadi budaya yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Berikut penjelasan secara lengkapnya. 


1. Sejarah Hari Anak Nasional

Libur sekolah, bluey, mal ciputra
Ilustrasi - Anak-anak antusias bertemu karakter animasi Bluey dan Bingo saat liburan sekolah di atrium Mal Ciputra Semarang, Jumat (26/6/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Dalam pedoman dijelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional (HAN) berawal dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, pemerintah kemudian menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979. 

Sejak saat itu, Hari Anak Nasional diperingati setiap tahun sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan kesejahteraan anak di Indonesia.


2. HAN 2026 bertujuan memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak

Apakah MBG termasuk investasi pendidikan?
Ilustrasi - Anak-anak SD yang sedang menyantap MBG (.bgn.go.id/Badan Gizi Nasional)

KemenPPPA menjelaskan dalam pedoman, tujuan umum peringatan HAN adalah memperkuat upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. 

Sementara, tujuan khusus HAN 2026 meliputi peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan mengenai hak anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan. 

Selain itu, peringatan HAN juga bertujuan mendorong gerakan bersama melawan kekerasan terhadap anak, memperluas ruang partisipasi anak dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka, serta menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk melaksanakan Gernas RANA. 

Diharapkan juga terdapat nilai-nilai dasar yang diberikan, yakni berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, memiliki semangat solidaritas, serta aman dan bertanggung jawab. 


3. Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan"

Hari Anak Nasional 2026: Tema, Rangkaian Acara, dan Panduannya
Ilustrasi anak-anak bermain (pexels.com/Nothing Ahead)

Tema utama Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 adalah "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan." Menurut KemenPPPA, frasa "Sayang Anak" menegaskan anak harus ditempatkan sebagai individu yang dihargai, didengar pendapatnya, serta dipenuhi hak-haknya melalui pengasuhan yang positif dan lingkungan yang aman.

Sementara itu, "Lindungi" mengandung makna seluruh pihak memiliki kewajiban melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perundungan, hingga ancaman di ruang digital. 

Adapun "Bangun Masa Depan" menekankan pentingnya memastikan setiap anak memperoleh pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi agar siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Selain tema utama, KemenPPPA menetapkan tujuh subtema yang dapat menjadi fokus kegiatan Hari Anak Nasional, yaitu:

  • Lindungi Teman: Berbeda Itu Biasa, Berteman Itu Luar Biasa, Setara Tanpa Kekerasan.
  • Kalau Aku Jadi Pemimpin Indonesia Tahun 2045.
  • Saring Sebelum Sharing: Jaga Pikiran dari Berita Bohong (#AmandiRuangDaring).
  • Sekolahku Seru, Mimpiku Melaju (#AmandiSekolah).
  • Stop Perkawinan Anak: Biarkan Aku Tumbuh dan Meraih Impian (#AmandiKeluarga).
  • Bangun Ketahanan Mental Anak, Wujudkan Generasi Tangguh dan Berdaya.
  • Sahabat Baik Anti NAPZA (#AnandaBersinar).

4. Logo HAN 2026 mengandung makna kebersamaan dan perlindungan anak

Hari Anak Nasional 2026: Tema, Rangkaian Acara, dan Panduannya
Logo Hari Anak Nasional 2026 (Buku Pedoman HAN KemenPPPA)

Kemen-PPPA menjelaskan logo HAN 2026 memiliki sejumlah filosofi yang mencerminkan semangat perlindungan, kebersamaan, dan pemenuhan hak anak. Berikut makna dari elemen-elemen pada logo HAN 2026:

Berikut makna dari elemen-elemen pada logo HAN 2026:

  1. Tiga anak yang memegang bendera Merah Putih melambangkan setiap anak Indonesia, termasuk anak penyandang disabilitas, memiliki impian yang dapat diraih melalui doa, semangat, dan dukungan keluarga. Anak juga dipandang sebagai penerus bangsa yang perlu didukung dan dilindungi agar tumbuh menjadi pribadi yang berjiwa Pancasila di bawah naungan Sang Saka Merah Putih. 
  2. Warna merah dan putih melambangkan kebersamaan serta nasionalisme anak-anak Indonesia untuk tetap kreatif, bersemangat, dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai masa sulit.
  3. Garis berwarna abu-abu menggambarkan perubahan kebutuhan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak sesuai potensi maupun tingkat kerentanan masing-masing, sehingga setiap anak tetap memperoleh hak dan perlindungan.

5. Konsep peringatan berubah dari sentralisasi menjadi desentralisasi

Libur sekolah, bluey, mal ciputra
Anak-anak antusias bertemu karakter animasi Bluey dan Bingo saat liburan sekolah di atrium Mal Ciputra Semarang, Jumat (26/6/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang terpusat di satu lokasi, HAN 2026 mengusung konsep desentralisasi. Artinya, peringatan diharapkan berlangsung hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, bahkan desa atau kelurahan.

Konsep ini bertujuan agar lebih banyak anak dapat terlibat secara langsung. Anak juga didorong menjadi pelaku utama, mulai dari merencanakan, melaksanakan, hingga merasakan dampak kegiatan. 

6. Rangkaian kegiatan puncak HAN 2026

Hari Anak Nasional 2026: Tema, Rangkaian Acara, dan Panduannya
PKPA menggelar peringatan Hari Anak Nasional (IDN Times/Indah Permata Sari)

Puncak peringatan HAN diperingati setiap 23 Juli. Meski demikian, penyelenggaraan rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan sebelum maupun sesudah tanggal tersebut sesuai kondisi dan kesiapan masing-masing kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, maupun dunia usaha. 

Adapun rangkaian kegiatan nasional yang tercantum dalam pedoman HAN 2026 meliputi: 

  1. Deklarasi Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas #RANA).
  2. Peluncuran Kampanye Bulan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN).
  3. Jelajah SAPA.
  4. Lomba Video Kreatif Anak.
  5. Gerak Bersama Anak Indonesia.
  6. Lokakarya Forum Anak Nasional (FAN).
  7. Anak-Anak Goes to Istana Bogor atau Kantor Pemerintah.
  8. Program Kids Take Over (Satu Hari Saya Menjadi...).
  9. Main Raya Anak Nusantara melalui berbagai permainan tradisional.
  10. Festival Budaya Anak.

7. Panduan pelaksanaan HAN 2026 di satuan pendidikan

Anak-anak duduk di pagar bersama orang tua mereka menikmati kemeriahan perayaan Hari Jadi Bogor ke-544 pada malam hari.
Ilustrasi - Anak-anak beserta orang tua ikut hadir dalam kemeriahan HJB 544 di Kota Bogor. (IDN Times/Linna Susanti)

Dalam pedoman HAN 2026, KemenPPPA memberikan sejumlah panduan bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan Hari Anak Nasional. Panduan tersebut antara lain:

  • Membentuk panitia yang melibatkan guru, perwakilan orang tua, dan siswa.
  • Melibatkan anak sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
  • Mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan dan jadwal libur sekolah.
  • Melaksanakan Pagi Cerita yang diintegrasikan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
  • Mengintegrasikan HAN dengan program seperti Gerakan Sekolah Sehat dan Sekolah Adiwiyata.
  • Menyediakan ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi melalui forum atau diskusi terbuka.
  • Mendokumentasikan kegiatan dan mempublikasikannya di media sosial menggunakan tagar resmi HAN 2026.

8. Pedoman HAN 2026 bagi pemerintah pusat dan perwakilan di luar negeri

Hari Anak Nasional 2026: Tema, Rangkaian Acara, dan Panduannya
Keseruan Pesta Anak Bahagia dalam rangka Hari Anak Nasional 2025 bersama Saung (Dok. Popmama)

Pedoman HAN 2026 juga memuat panduan bagi pemerintah pusat serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Adapun beberapa hal yang perlu dilakukan meliputi:

  • Mengidentifikasi program yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak.
  • Melaksanakan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi anak sebelum, saat, maupun setelah 23 Juli.
  • Mempublikasikan capaian program perlindungan anak selama bulan Juli.
  • Menyusun dokumentasi dan laporan pelaksanaan kegiatan HAN.

9. Pedoman HAN 2026 bagi pemerintah provinsi dan daerah

Hari Anak Nasional 2026: Tema, Rangkaian Acara, dan Panduannya
Peringatan hari anak nasional di Aula Semergou Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Sementara itu, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota juga didorong melaksanakan HAN 2026. Sejumlah panduan yang tercantum dalam pedoman, yaitu:

  • Membentuk panitia lintas sektor.
  • Menyiapkan kebijakan dan dukungan anggaran untuk pelaksanaan HAN.
  • Mengintegrasikan HAN dengan Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas #RANA);
  • Menyelenggarakan program Kids Takeover untuk mengenalkan berbagai profesi kepada anak.
  • Memberikan kemudahan akses, seperti transportasi, wisata, atau fasilitas ramah anak sesuai kemampuan daerah.
  • Menyusun dokumentasi dan laporan kegiatan sebagai bahan evaluasi.

10. Pedoman HAN 2026 bagi tingkat desa/kelurahan

Hari Anak Nasional 2026: Tema, Rangkaian Acara, dan Panduannya
Nestlé Indonesia Rayakan Hari Anak Nasional, dukung anak tumbuh optimal dan raih masa depan terbaiknya. (dok. Nestle Indonesia)

Terakhir, pemerintah desa dan kelurahan didorong menyelenggarakan peringatan HAN 2026 berbasis komunitas, dengan memanfaatkan potensi lokal. Beberapa panduan yang dapat diterapkan, yaitu: 

  • Membentuk panitia yang melibatkan perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, PKK, Karang Taruna, hingga perwakilan anak.
  • Mengidentifikasi potensi budaya lokal, seperti permainan tradisional, kesenian daerah, dan kuliner khas untuk menjadi bagian dari kegiatan HAN.
  • Memanfaatkan Dana Desa, semangat gotong royong, serta mengoptimalkan Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai ruang yang aman dan ramah anak.
  • Menyelenggarakan kegiatan seperti permainan tradisional, pentas seni, kuliner lokal, hingga Deklarasi Kampung #RANA.
  • Mendorong partisipasi aktif anak, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pemimpin kegiatan, juri, atau pengisi acara.
  • Mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan dan membagikannya melalui media sosial menggunakan tagar resmi Hari Anak Nasional 2026 (#HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangIndonesia).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More