Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Jurus Dubes RI Upayakan Vaksin COVID-19 untuk Indonesia

5 Jurus Dubes RI Upayakan Vaksin COVID-19 untuk Indonesia
(Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers di BNPB) Dokumentasi Kemenlu
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dalam menghadapi pandemik COVID-19, tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan atau sektor tertentu lainnya. Nah, tahu gak kamu, kalau para duta besar dan diplomat Indonesia juga berperan besar dalam penemuan dan pengembangan vaksin.

"Vaksin adalah game changer yang akan menjadi titik tolak pemulihan pandemik COVID-19. Secara konsisten diplomasi Indonesia bergerak cepat dalam membantu tercukupinya kebutuhan alat kesehatan, obat-obatan dan vaksin," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers secara daring di akun YouTube Kementerian Luar Negeri, Kamis (23/7/2020).

Nah, berikut ini lima hal keren yang dilakukan duta besar dan diplomat Indonesia. Apa saja?

1. Selalu speak up pentingnya vaksin dengan harga terjangkau

ilustrasi vaksin (ANTARA FOTO/AAP Image/David Mariuz via REUTERS)
ilustrasi vaksin (ANTARA FOTO/AAP Image/David Mariuz via REUTERS)

Retno mengatakan pada level pertemuan internasional maupun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), para diplomat Indonesia selalu menyuarakan pentingnya akses vaksin yang aman, tepat waktu dan dengan harga yang terjangkau.

"Seruan di panggung internasional kita tindak lanjuti dengan upaya untuk mendapatkan akses terhadap vaksin," kata dia.

2. Negosiasi dengan produsen vaksin asal Tiongkok, Sinovac

Bio Farma ( ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bio Farma ( ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Nah, saat ini Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok, Sinovac Biotech, untuk mengembangkan vaksin COVID-19 dan siap diuji klinis tahap ketiga pada Agustus 2020. Pemerintah akan menguji klinis vaksin virus corona tersebut selama enam bulan, sehingga ditargetkan rampung Januari 2021.

Retno menjelaskan kerja sama ini tidak lepas dari peran dubes Indonesia di Beijing, yang bernegosiasi dengan CEO Sinovac pada 27 Mei 2020 di fasilitas pengembangan vaksin Sinovac.

"Dan merupakan dubes asing pertama yang berkunjung ke Sinovac dalam masa pandemik," ucap Menlu.

3. Mendorong tenaga ahli datang ke Indonesia, untuk mengembangkan produksi vaksin

Vaksin COVID-19 Sinovac. Dok. IDN Times/bt
Vaksin COVID-19 Sinovac. Dok. IDN Times/bt

Retno mengatakan saat ini Bio Farma memiliki kemampuan produksi 100 juta dosis vaksin tiap tahun, dan akan dikembangkan menjadi 250 juta dosis vaksin per tahun.

Kemenlu juga terlibat di sini, dengan memberikan fasilitas kedatangan tenaga ahli yang diperlukan dari Eropa, saat terjadi penutupan perbatasan berbagi negara di pandemik ini.

"Jika nantinya vaksin ditemukan dan kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, maka Indonesia akan bisa berkontribusi bagi pemenuhan vaksin dunia," kata Retno.

4. Memulai kerja sama dengan produsen vaksin asal Korsel

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (YouTube.com/KEMENDIKBUD RI)
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi (YouTube.com/KEMENDIKBUD RI)

Penelitian vaksin juga dilakukan PT Kalbe Farma Tbk berkolaborasi dengan perusahaan Genexine asal Korea Selatan, yang siap uji klinis vaksin COVID-18 di Indonesia pada Juni 2020.

Nah, kerja sama ini juga dibantu Dubes Indonesia di Seoul, yang telah memfasilitasi pembahasan kerja sama dengan Genexine.

"Mereka sudah tahap satu di Korsel hingga Agustus 2020, dan uji klinis tahap kedua akan dimulai di Indonesi pada September atau Oktober 2020," kata Retno.

5. Aktif komunikasi dan kirim proposal dengan CEPI di Norwegia

Humas Kementerian Luar Negeri
Humas Kementerian Luar Negeri

Selain Sinovac dan Genexine, Indonesia juga menggandeng Koalisi Inovasi untuk Persiapan Pandemik (CEPI) yang berkantor pusat di Norwegia.

Tahu gak kamu, kerja sama ini bermula dari dubes RI di Oslo, yang aktif berkomunikasi dan mengirimkan proposal kerja sama antara CEPI dengan Bio Farma.

"Kemenlu telah mensinergikan upaya dan menjajaki potensi kontribusi Indonesia pada CEPI, untuk menyiapkan Bio Farma sebagai mitra produksi vaksin CEPI," kata Retno.

Nah, itulah berbagai upaya yang dilakukan dubes dan diplomat RI untuk membantu mengembangkan dan menemukan vaksin di tanah air. Semoag vaksin COVID-19 cepat ketemu dan virus corona segera sirna, ya guys.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Helmi Shemi
Rochmanudin Wijaya
Helmi Shemi
EditorHelmi Shemi

Related Articles

See More

Rusia Larang Anak-anak Liburan ke Krimea imbas Serangan Ukraina

27 Jun 2026, 08:27 WIBNews