AHY Dorong Gen Z Lebih Kritis, Penting untuk Arah Pembangunan

- AHY menekankan pentingnya pembangunan kota modern yang tetap berakar pada identitas lokal, sambil mendengarkan aspirasi generasi Z dalam acara di Cipayung, Jakarta Timur.
- Ia menilai generasi muda memiliki daya kritis tinggi dan keberanian menyuarakan aspirasi, yang penting untuk mewujudkan pembangunan inklusif di berbagai sektor.
- Pembangunan ke depan harus mencakup pendidikan, kesehatan, serta ruang kreatif bagi anak muda agar kota modern menjadi tempat berkembang dan berekspresi generasi Z.
Jakarta, IDN Times — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan modernisasi kota tetap harus berakar pada identitas dan karakter lokal.
Hal itu disampaikan AHY setelah mendengar langsung aspirasi generasi muda, khususnya generasi Z saat acara Ngobrol Santai Bareng Mas AHY yang digelar di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Kamis, 5l Maret 2026. AHY menyoroti pentingnya pembangunan yang lebih inklusif di berbagai sektor.
“Bolehlah kotanya global, tetapi tetap harus punya akar yang kuat pada karakteristik dan keunikan lokal. Jadi global, tapi tetap kuat pada identitas Indonesia maupun daerah kita,” ujar AHY dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
1. Anak-anak generasi yang kritis dan berani menyuarakan aspirasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu mengatakan pembangunan yang inklusif membutuhkan dukungan serius dari seluruh level pemerintahan, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
AHY menilai generasi muda saat ini memiliki daya kritis yang tinggi dan keberanian untuk menyuarakan aspirasi, sesuatu yang menurutnya penting bagi para pengambil kebijakan.
“Ke depan anak-anak muda kita adalah generasi yang kritis dan berani menyuarakan aspirasi. Itu penting bagi para pengambil keputusan, termasuk kami yang diberi amanah mengawal pembangunan infrastruktur,” kata dia.
2. Pembangunan harus menyentuh sektor pendidikan, kesehatan hingga ruang kreatif bagi generasi muda

AHY memastikan, pembangunan infrastruktur ke depan tidak boleh hanya berfokus pada proyek fisik seperti jalan dan jembatan. Menurutnya, pembangunan harus menyentuh sektor pendidikan, kesehatan hingga ruang kreatif bagi generasi muda.
“Saya senang tadi anak-anak muda generasi Z menyampaikan aspirasi bahwa pembangunan infrastruktur itu harus menyentuh semua sektor. Selain infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, kita juga harus memperhatikan sektor pendidikan agar semakin baik, termasuk fasilitas kesehatan yang harus semakin mudah diakses seluruh masyarakat,” kata AHY.
3. Kota modern sediakan ruang untuk anak muda

AHY menilai kota modern tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik, tetapi juga hadirnya ruang bagi anak muda untuk berkembang dan berkreasi.
Menurut AHY, pemerintah ke depan juga perlu menghadirkan lebih banyak sentra kreatif yang memberi ruang luas bagi generasi muda, terutama di Jakarta, untuk mengekspresikan gagasan dan karya mereka.
“Kita berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberikan ruang lega bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Jakarta, untuk terus berkreasi dan mengekspresikan karya-karyanya. Ini adalah ciri kota modern dan kota maju,” imbuhnya.
4. Pentignya ruang kreatif dan infrastruktur sosial

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menilai gagasan pembangunan yang melibatkan generasi muda sejalan dengan kebutuhan Jakarta sebagai kota global. Menurut dia, ruang kreatif dan infrastruktur sosial menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kota yang ramah bagi anak muda.
“Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang kreatif dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas generasi muda. Aspirasi anak-anak muda harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota,” kata Mujiyono.

















