Pengungsi Aceh, Sumut, dan Sumbar Turun 47 Persen Sebelum Lebaran

- Jumlah pengungsi pascabencana di Aceh dan Sumut turun 47,1 persen selama Ramadan, dari 12.994 menjadi 6.873 jiwa berkat percepatan rehabilitasi dan relokasi.
- Pembangunan hunian sementara mencapai 67 persen dari total rencana, sementara penyaluran Dana Tunggu Hunian telah terealisasi penuh untuk lebih dari sepuluh ribu penerima.
- Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi keluar dari tenda sebelum Idul Fitri melalui percepatan pembangunan huntara dan distribusi bantuan sosial bagi korban terdampak.
Jakarta, IDN Times - Jumlah pengungsi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan penurunan signifikan sejak awal Ramadan.
Berdasarkan laporan harian Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, pada 20 Februari 2026, jumlah pengungsi tercatat 12.994 jiwa. Rinciannya: 12.144 jiwa di Aceh, 850 jiwa di Sumut, dan Sumbar nihil pengungsi di tenda.
Data terbaru, Kamis (5/3/2026) pagi, menunjukkan jumlah pengungsi tersisa 6.873 jiwa, dengan 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumut. Artinya, dalam kurang dari dua pekan, jumlah pengungsi berkurang 6.121 jiwa atau 47,1 persen.
1. Ada 12 ribu lebih unit huntara sudah dibangun

Penurunan pengungsi sejalan dengan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga provinsi terdampak.
Berdasarkan data BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum, dari total rencana 18.309 unit huntara, hingga 4 Maret 2026 telah selesai 12.279 unit atau 67 persen.
Selain itu, progres hunian tetap (huntap) terus berjalan. Dari total rencana 36.669 unit, sebanyak 1.363 unit dalam tahap pembangunan, dan 6 unit telah selesai.
2. Penyaluran Dana Tunggu Hunian terealisasi 100 persen

Penyaluran DTH telah terealisasi sepenuhnya. Dari total 10.783 penerima, seluruhnya menerima transfer dana ke rekening masing-masing.
Kementerian Sosial juga sedang menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 175.211 jiwa atau 47.686 kepala keluarga di 37 kabupaten/kota terdampak, dengan total anggaran Rp236,53 miliar.
3. Target pemerintah: tidak ada pengungsi di tenda sebelum Lebaran

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan percepatan relokasi pengungsi menjadi prioritas dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Target ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan,” ujar Tito.

















