Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dharma Jaya Bangun Kandang di Ciangir, Tampung 1.000 Sapi

Dharma Jaya Bangun Kandang di Ciangir, Tampung 1.000 Sapi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • Perumda Dharma Jaya membangun kandang sapi baru di Ciangir, Banten, untuk menampung hingga seribu ekor sapi sebagai solusi keterbatasan lahan peternakan di Jakarta.
  • Lahan 40 hektare milik Pemprov DKI akan dimanfaatkan untuk kawasan peternakan terintegrasi, mencakup kandang dan gudang pengolahan pakan.
  • Kawasan Ciangir juga akan dilengkapi Rumah Potong Hewan dan cold storage, dengan potensi pemindahan RPH Cakung agar operasional lebih efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya berencana membangun kandang sapi baru di kawasan Ciangir, Banten, Jawa Barat.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan pembangunan kandang sapi tersebut menjadi solusi atas keterbatasan lahan di Jakarta. Fasilitas ini ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 ekor sapi pada tahap awal.

“Target saya tahun ini sebenarnya 10 ribu, tapi yang diberikan oleh Kementan (Kementerian Pertanian) 7.500 itu, dengan kondisi Dharma Jaya yang sekarang, kami baru bisa mendatangkan sekitar 3.119 ekor. Bukan karena takut tidak laku, tapi karena keterbatasan tempat,” kata Raditya di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026) malam.

1. Peruntukan lahan 12 hektare untuk agrowisata

Dharma Jaya Bangun Kandang di Ciangir, Tampung 1.000 Sapi
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman. (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Raditya menjelaskan Dharma Jaya sebenarnya memiliki lahan seluas 12 hektare di Serang, yang secara kapasitas mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi. Namun, peruntukan lahan tersebut telah berubah, sehingga tidak lagi dapat digunakan sebagai kandang.

“Peruntukan tanahnya berubah, yang tadinya boleh sebagai kandang sekarang hanya boleh untuk agrowisata. Jadi kandang yang ada tidak bisa diperlebar atau ditambah,” katanya.

2. Sebanyak 40 hektare untuk pengembangan kawasan peternakan

Dharma Jaya Bangun Kandang di Ciangir, Tampung 1.000 Sapi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sebagai alternatif, kata Raditya, pihaknya akan menggunakan lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang. Kawasan itu memiliki luas total sekitar 100 hektare, dengan sekitar 20 hektare telah digunakan lembaga pemasyarakatan.

Dari sisa sekitar 70 hektare lahan, Dharma Jaya berencana memanfaatkan sekitar 40 hektare untuk pengembangan kawasan peternakan.

“Awalnya kami akan bangun kandang dulu dan gudang pengolahan pakan. Ke depan rencananya akan jadi kawasan terintegrasi,” ungkap Raditya.

3. Dilengkapi dengan RPH

Dharma Jaya Bangun Kandang di Ciangir, Tampung 1.000 Sapi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Raditya menambahkan kawasan tersebut nantinya juga akan dilengkapi Rumah Potong Hewan (RPH), dan fasilitas cold storage. Bahkan, RPH yang saat ini berada di Cakung berpotensi dipindahkan ke Ciangir.

“Di Jakarta sudah terlalu padat. Kalau di Ciangir lebih jauh dari permukiman sehingga lebih ideal untuk operasional,” imbuhnya.

4. Targetkan 10 ribu ekor

Dharma Jaya Bangun Kandang di Ciangir, Tampung 1.000 Sapi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Raditya mengatakan rencana pembangunan kandang sapi di Ciangir telah dilaporkan dan mendapat dukungan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, Dharma Jaya berharap kapasitas pemasukan sapi dapat meningkat hingga 1.000 ekor dalam satu periode pengadaan.

“Kalau bisa langsung masuk 1.000 ekor, prosesnya akan lebih cepat dan kami bisa minta tambahan lagi sehingga target 10.000 ekor bisa tercapai,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More