Kanada Buka Opsi Operasi Militer Bantu AS-Israel Lawan Iran

- Pemerintah Kanada membuka opsi operasi militer untuk membantu AS dan Israel melawan Iran, namun tetap menekankan pentingnya jalur diplomasi agar konflik tidak semakin meluas di Timur Tengah.
- Perdana Menteri Mark Carney mendukung upaya menghentikan program senjata nuklir Iran, tetapi menolak agresi militer dan mendorong negosiasi sebagai solusi yang lebih efisien serta sesuai hukum internasional.
- Situasi di kawasan masih memanas dengan serangan beruntun antara AS-Israel dan Iran, termasuk serangan ke Teheran, Beirut, serta fasilitas diplomatik Amerika di Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kanada membuka opsi militer untuk ikut membantu Amerika Serikat dan Israel berperang melawan Iran. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengatakan, jika memang dibutuhkan, Kanada akan mengerahkan pasukannya untuk melawan negara mayoritas Islam Syiah tersebut.
Meski begitu, Carney menegaskan bahwa Kanada tetap akan mengedepankan jalan diplomasi ketimbang operasi militer. Sebab, menurutnya, operasi militer yang dilakukan secara sembrono justru akan menyebabkan konflik di Timur Tengah jadi makin parah.
“Kita tidak pernah bisa secara mutlak mengesampingkan partisipasi (dalam perang melawan Iran). Kami akan berdiri di sisi sekutu kami. Kami akan selalu membela warga Kanada,” kata Carney saat bertemu dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, di Canberra, Kamis (5/3/2026) pagi waktu setempat, seperti dilansir The Strait Times.
1. Carney mendukung langkah AS untuk menyetop program senjata nuklir Iran

Dalam pernyataannya, Carney juga mendukung langkah AS untuk menyetop program senjata nuklir Iran. Sebab, ia menganggap pengembangan senjata nuklir Iran berbahaya bagi stabilitas keamanan di Kawasan Timur Tengah.
Meski begitu, Carney sebetulnya tidak mendukung agresi militer AS-Israel ke Iran hanya untuk menghentikan program nuklir mereka. Ia bahkan menyebut serangan ke Iran sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Oleh karena itu, Carney ingin Negeri Paman Sam mengedepankan jalur diplomasi dan negosiasi untuk menghentikan program nuklir Iran. Menurutnya, cara tersebut akan lebih efisien ketimbang melakukan agresi militer.
2. Carney ingin perang dengan Iran segera usai

Untuk mewujudkan hal tersebut, Carney menyerukan AS, Israel, dan Iran untuk bertemu di meja perundingan. Hal ini dilakukan agar perang segera usai sehingga korban jiwa tidak terus bertambah.
"Keterlibatan diplomatik sangat penting untuk menghindari konflik yang lebih luas dan mendalam. Warga sipil yang tidak bersalah harus dilindungi. Semua pihak harus berkomitmen untuk menemukan kesepakatan yang langgeng untuk mengakhiri proliferasi nuklir dan ekstremisme terorisme," kata Carney pada Selasa (3/3/2026) dilansir CBC.
"Kanada akan menerapkan pendekatan ini dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa dan para pihak yang terlibat dalam konflik," lanjutnya.
3. AS-Israel masih melakukan serangan ke Iran hingga kini

Hingga saat ini, AS dan Israel masih melakukan serangan ke Iran. Pada Rabu (4/3/2026) malam kemarin, Israel kembali melakukan serangan ke Ibu Kota Iran, Teheran. Selain itu, mereka juga melakukan serangan ke Ibu Kota Lebanon, Beirut. Israel menyerang Lebanon untuk membalas kelompok milisi Hizbullah yang membantu Iran menyerang AS dan Israel.
Di sisi lain, Iran juga sedang gencar melakukan serangan balasan ke AS dan Israel. Pada Selasa lalu, misalnya, Iran menyerang Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan kebakaran di komplek Kedutaan Besar AS yang ada di sana. Konsulat Jenderal AS di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, juga sudah terkena serangan dari Iran.
Selain itu, Iran juga sudah melancarkan serangan ke sejumlah kota besar yang ada di Israel. Beberapa di antaranya, seperti Tel Aviv dan Beit Shemesh.

















