Ramadan PNM Ajak Anak Yatim dan Duafa Main Peran Jadi Pemberdaya UMKM
- PNM menggelar program Ramadan Madani, Maknai Harmoni dengan berbagai kegiatan spiritual seperti kajian, buka puasa bersama, dan itikaf untuk mempererat kebersamaan insan PNM selama bulan suci.
- Puncak acara diisi dengan santunan bagi 250 anak yatim dan dhuafa yang juga diajak bermain peran mengenal dunia kerja serta proses pemberdayaan UMKM di lingkungan PNM.
- Kegiatan ini menumbuhkan semangat dan harapan bagi anak-anak bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar, dan berkontribusi bagi masyarakat di masa depan.
Jakarta, IDN Times – Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satu caranya adalah dengan membagikan kebaikan kepada anak yatim dan duafa.
Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” sambil merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya (HR. Bukhari).
1. Semangat PNM pada bulan Ramadan

Adapun makna hadis tersebut adalah orang yang merawat, menjaga, atau menyantuni anak yatim akan mendapatkan kedudukan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW di surga. Perumpamaan dua jari yang dirapatkan menggambarkan kedekatan yang sangat erat, hampir tanpa jarak.
Semangat inilah yang turut menginspirasi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Ramadan Madani, Maknai Harmoni, sebuah program yang menghadirkan berbagai aktivitas positif selama bulan Ramadan, mulai dari kajian setelah Zuhur, buka puasa bersama setiap hari, hingga kegiatan itikaf yang melibatkan Insan PNM dalam suasana kebersamaan dan refleksi spiritual.
2. Ajak anak yatim dan duafa bermain peran

Sebagai puncak rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini, pada 5 Maret 2026, PNM menyelenggarakan santunan bagi 250 anak yatim dan duafa yang berasal dari Yayasan Kota Pelangi, Yayasan Aisyiyah Taman Menteng, serta anak-anak dari keluarga nasabah PNM Mekaar duafa. Selain untuk mengaji, mendengarkan tausiah, dan mendapatkan santunan, mereka juga diajak mengenal dunia kerja melalui kegiatan roleplay atau bermain peran untuk bekerja di PNM di berbagai divisi. Anak-anak tersebut dapat merasakan secara langsung bagaimana pemberdayaan PNM kepada pengusaha ultra mikro, mikro, dan kecil dijalankan.
Didampingi Insan PNM, anak-anak diajak mempraktikkan berbagai aktivitas sederhana yang menggambarkan peran setiap divisi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat prasejahtera. Kegiatan ini dikemas secara ringan dengan berbagai permainan agar mudah dipahami oleh anak-anak.
3. Menumbuhkan harapan

Salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya, “Seru sekali bisa ikut kegiatan ini. Aku jadi tahu kalau bekerja bisa membantu banyak orang. Semoga nanti aku juga bisa punya pekerjaan yang bermanfaat seperti kakak-kakak di sini.”
Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan harapan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan berkontribusi bagi masyarakat, tanpa melihat latar belakang sosial maupun ekonomi.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan harapan bagi mereka.
“Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa masa depan mereka terbuka luas. Melalui pengalaman kecil hari ini, kami berharap mereka melihat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan suatu hari nanti memberi manfaat bagi banyak orang,” ujar Dodot. (WEB)


















