Ahmad Ali Tegaskan Transformasi Total PSI Menuju Kemenangan 2029

- PSI menggelar Konsinyering Nasional di Jakarta sebagai langkah awal transformasi total menuju kemenangan Pemilu 2029 di bawah kepemimpinan Ahmad Ali.
- Ahmad Ali menegaskan PSI harus berorientasi pada kepentingan rakyat, belajar dari dua kegagalan pemilu sebelumnya, dan memperkuat struktur serta soliditas partai.
- Ada komunikasi dengan tokoh nasional potensial yang siap bergabung jika PSI membuktikan kesiapan dan kekuatan internalnya, menjadi motivasi untuk memperkuat basis dukungan menjelang 2029.
Jakarta, IDN Times — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Konsinyering Nasional yang dihadiri seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Acara ini digelar untuk menunjukkan keseriusan penuh PSI dalam menyambut Pemilu 2029. Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah baru partai, sekaligus menegaskan kepemimpinan transformasional Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali.
1. PSI harus melakukan lompatan besar

Ali mengatakan, konsinyering ini tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi, melainkan ruang perumusan langkah konkret dalam mendorong PSI naik kelas, dari sekadar peserta pemilu menjadi kekuatan pemenang yang diperhitungkan secara nasional.
Dalam arahannya, Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI harus melakukan lompatan besar melalui penguatan struktur, soliditas gerakan, serta kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“PSI tidak boleh hanya hadir. PSI harus dirasakan. Kita harus bekerja lebih keras, lebih terstruktur, dan lebih berani untuk memenangkan hati rakyat Indonesia,” tegasnya.
2. Orientasi perjuangan PSI harus berakar kuat pada kepentingan rakyat

Ahmad Ali menekankan, orientasi perjuangan PSI harus berakar kuat pada kepentingan rakyat, bukan sekadar eksistensi politik formal. Ia menggarisbawahi bahwa kekuasaan harus dimaknai sebagai alat perjuangan, bukan tujuan akhir.
“Partai PSI harus punya tempat di hati masyarakat Indonesia. Kita tidak boleh hanya menjadi pelengkap demokrasi.”
“Senayan adalah tempat kita berjuang membawa aspirasi masyarakat. DPRD adalah jembatan untuk memastikan suara rakyat benar-benar diperjuangkan.”
Di bawah arah kepemimpinan Ahmad Ali, PSI juga melakukan refleksi kritis terhadap perjalanan politiknya. Dua kali kegagalan dalam pemilu sebelumnya ditegaskan sebagai pelajaran strategis yang tidak boleh terulang.
“Kegagalan dua kali adalah pelajaran yang sangat mahal. Tidak boleh ada kegagalan yang ketiga," tegasnya.
3. Ada tokoh besar nasional berpotensi jadi katalisator loncatan politik PSI

Lebih lanjut, Ahmad Ali mengungkapkan adanya komunikasi serius dengan seorang tokoh besar nasional yang berpotensi menjadi katalisator loncatan politik PSI. Namun, tokoh tersebut memberikan syarat tegas, PSI harus lebih dulu membuktikan kesiapan sebagai partai yang kuat dan solid.
“Ada harapan besar yang akan datang ke PSI. Tapi beliau tidak ingin bergabung dengan partai yang belum siap. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua.”
Pesan ini mempertegas arah kepemimpinan Ahmad Ali agar PSI tidak bergantung pada figur, melainkan membangun kekuatan internal agar layak dipercaya—baik oleh tokoh nasional maupun oleh rakyat.
Seluruh peserta konsinyering sepakat penguatan “otot partai” menjadi prioritas utama menghadapi kontestasi 2029. Strategi yang dirumuskan mencakup penguatan struktur hingga akar rumput, konsolidasi kader, serta pembangunan basis dukungan yang lebih luas dan militan.
Konsinyering Nasional ini menandai fase baru PSI di bawah kendali operasional Ahmad Ali—yakni fase transformasi total menuju partai yang solid, relevan, dan siap menang.
PSI menegaskan komitmennya untuk memenuhi seluruh prasyarat strategis sebagai fondasi menuju kemenangan Pemilu 2029, sekaligus membuka jalan bagi hadirnya kekuatan-kekuatan besar yang akan memperkuat perjuangan politik partai ke depan.















