Akses Pelatihan Kerja Disabilitas Masih Terbatas, YaSDI Dapat Dukungan

- Akses pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia masih terbatas, mendorong YaSDI memperkuat program peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi melalui kolaborasi lintas pihak.
- Bank Jakarta memberikan bantuan penunjang pelatihan kepada YaSDI sebagai bagian dari HUT ke-65, menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan dan akses inklusif bagi penyandang disabilitas.
- Dukungan ini dinilai berdampak langsung pada peningkatan kapasitas peserta pelatihan, memperkuat upaya menciptakan ekosistem inklusif agar penyandang disabilitas lebih mandiri secara ekonomi.
Jakarta, IDN Times – Akses pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas masih menjadi tantangan di Indonesia. Keterbatasan sarana dan dukungan membuat upaya peningkatan keterampilan serta kemandirian ekonomi belum merata.
Kondisi ini yang mendorong Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI) terus memperkuat program pelatihan bagi para penyandang disabilitas, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Terbaru, YaSDI menerima bantuan penunjang pelatihan dari Bank Jakarta yang diserahkan secara simbolis di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Duren Sawit.
1. Disabilitas dapat akses pada keterampilan yang lebih baik

Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, mengatakan pemberian bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-65 Bank Jakarta sekaligus wujud kepedulian terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.
“Pada momentum HUT ke-65 Bank Jakarta, kami ingin berbagi manfaat yang lebih luas. Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sahabat disabilitas agar memiliki akses yang lebih baik terhadap pelatihan, keterampilan, dan peluang untuk mandiri,” ujar Ateng dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/4/2026).
2. Pemberdayaan disabilitas ciptakan pembangunan inklusif

Menurutnya, pemberdayaan disabilitas menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas dinilai perlu terus diperkuat.
"Karena itu, Bank Jakarta ingin terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong terciptanya ekosistem yang inklusif," ucapnya.
3. Program pemberdayaan disabilitas sangat dibutuhkan

Ketua Pembina YaSDI, Suty Karno, menyambut baik. Ia menilai dukungan terhadap sarana pelatihan akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas para peserta.
“Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung sarana pelatihan dan memperkuat program pemberdayaan yang kami jalankan bagi sahabat disabilitas,” kata dia.
Sebagai informasi, YaSDI merupakan lembaga yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan kerja, kegiatan sosial, hingga advokasi kepada pemerintah. Program pelatihan yang dijalankan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sekaligus daya saing peserta di dunia kerja.
Upaya seperti ini dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong terciptanya ekosistem yang lebih inklusif, di mana penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.

















