Sebut Jateng Bukan Hanya Basis Satu Partai, Anies: Suara PKB Besar

Jakarta, IDN Times - Pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin optimistis bisa mendulang suara di Jawa Tengah pada Pemilu 2024 nanti.
Anies yakin semangat perubahan di kalangan akar rumput Jawa Tengah semakin terasa meskipun daerah ini diafiliasi sebagai basis PDIP.
"Kalau sekarang disebut kandang. Itu adalah periode-periode sebelumnya. Sementara sekarang rakyat yang menginginkan perubahan itu bukan ada di satu dua partai, tapi di banyak partai," kata Anies saat berkampanye di Jawa Tengah, dikutip, Senin (25/12/2023).
Menurut Anies, suara di Jawa Tengah saat ini sudah bervariasi dan bukan hanya milik satu partai tertentu. PKB kata dia juga memiliki basis suara yang kuat di daerah ini.
"PKB ini punya kekuatan yang tidak kalah besar di Jateng. Jadi kami makin optimistis dalam beberapa perjalanan hari ini bahwa perubahan itu kuat sekali, apalagi jalan keliling pantura, semua jalan sulit, mereka ingin perubahan," katanya.
1. Semangat perubahan di Jawa Tengah mulai kelihatan

Capres dan Cawapres nomor urut satu, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bersama para pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. (IDN Times/Amir Faisol) Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, saat ini semangat perubahan yang ada di akar rumput di Jawa Tengah sudah mulai kentara. Anies tidak menampik bahwa Jawa Tengah memiliki ikatan kultural dengan PDIP.
Namun, akhir-akhir ini rakyat sudah menginginkan perubahan khususnya perubahan terhadap kondisi perekonomian seperti harga-harga bahan pokok, perubahan di harga pupuk dan lapangan pekerjaan.
"Kami cukup optimistis bahwa pertimbangan-pertimbangan ini makin hari makin mewarnai di dalam mengambil sikap," kata dia.
2. Dulu gagasan perubahan ditolak, sekarang pelan-pelan diterima

Capres nomor urut satu, Anies Baswedan targetkan kemenangan di Jawa Tengah. (IDN Times/Amir Faisol) Anies bercerita, saat dulu awal-awal blusukan mengenalkan gagasan perubahan di Jawa Tengah banyak menuai penolakan. Namun akhir-akhir ini, kata dia, sudah banyak masyarakat yang mulai menggunakan atribut AMIN.
Menurut dia, memang perlu waktu untuk menanamkan gagasan perubahan supaya dapat diterima oleh masyarakat dengan baik.
"Contoh, saya gak sebut nama kabupatennya ketika tahun lalu kami mengenalkan konsep perubahan di tempat yang bukan basis kita, tolak, ditolak kuat, tidak tertarik," katanya.
3. Silent hope mulai kelihatan di Jawa Tengah

Cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin seusai menghadiri kampanye dialogis bersama ratusan mahasiswa di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah. (IDN Times/Amir Faisol) Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Cak Imin menyatakan adanya silent hope di Jawa Tengah sudah mulai muncul di permukaan. Dia mengatakan, harapan perubahan di daerah ini sudah mulai keliatan.
"Jawa itu cenderung kalau hidupnya susah gak protes, menerimo ingpandum (menerima segala bentuk pemberia)," kata dia.
"Tapi begitu dikasi tahu perubahan ya maksudnya itu. Artinya apa? Silent hope, harapan yang diam ini hari ini mulai muncul di mana mana. Jawa Tengah ini insyaallah harapan perubahan mulai kelihatan sudah tidak dilihat partai apapun," ucapnya.
Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.


















