Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hungaria Buka Dokumen Rahasia Polisi Era Komunisme Usai 36 Tahun

2 min read
Hungaria Buka Dokumen Rahasia Polisi Era Komunisme Usai 36 Tahun
Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar. (© European Union, European Parliament, via Wikimedia Commons)
  • PM Hungaria Peter Magyar memerintahkan pembukaan dokumen rahasia polisi era komunisme untuk mengungkap pihak yang membantu rezim, setelah tuntutan publik berlangsung selama 36 tahun.
  • Publikasi dokumen akan dilakukan dalam dua fase; Magyar meminta warga menghormati mantan informan karena tanggung jawab utama berada pada rezim diktator, bukan semata individu.
  • Pada hari yang sama, Magyar menuduh Partai Fidesz berbohong selama 16 tahun dan berjanji memberantas mafia, sambil membantah tudingan pemerintahannya ingin membredel partai sayap kanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Peter Magyar memerintahkan pembukaan dokumen rahasia polisi di era komunisme pada Rabu (4/11/2026). Keputusan ini berfungsi mengetahui nama-nama orang yang membantu rezim komunis di Hungaria. 

Hungaria resmi mengakhiri rezim komunisme bersamaan dengan runtuhnya Tembok Berlin pada 1989. Negara Eropa Timur itu sudah memiliki sejarah kelam selama 40 tahun berada di bawah cengkeraman komunisme, termasuk peristiwa Revolusi Hungaria 1956. 

  1. 1. Magyar jadi PM Hungaria pertama yang mampu buka dokumen rahasia

    Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar.
    Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar. (© European Union, European Parliament, via Wikimedia Commons)

    Magyar menyampaikan bahwa pembukaan dokumen rahasia ini adalah sebuah utang yang belum terbayarkan selama 36 tahun. Menurutnya, tidak ada pemimpin yang berani membuka dokumen tersebut usai runtuhnya rezim komunis. 

    “Kami sekarang berhasil membayar utang dari negara selama 36 tahun lamanya,” ungkap Magyar. Publikasi dokumen rahasia ini akan dilangsungkan dalam 2 fase, dikutip dari TVP World.

    Saat kampanye, Magyar sudah berjanji akan membuka dokumen rahasia polisi pada era komunisme. Selama ini, publik Hungaria terus menyuarakan tuntutan pembukaan dokumen rahasia tersebut. Selain itu, pembukaan dokumen rahasia ini dilakukan usai peringatan Revolusi Hungaria ke-70. 

  2. 2. Minta warga hormati orang yang pernah jadi informan

    ilustrasi bendera Hungaria
    ilustrasi bendera Hungaria (pexels.com/sara)

    PM Hungaria itu memperingatkan warga agar lebih bijak saat mengetahui anggota keluarganya sebagai mantan informan rezim komunis. Ia menekankan bahwa kesalahan ini diberikan kepada rezim diktator bukan keputusan individu. 

    “Publikasi ini akan menjadi hal yang sulit dan sensitif bagi semua keluarga, tapi kita harus melawan masa lalu atau tidak ada perubahan politik yang berarti di Hungaria,” ungkapnya. 

    Dilansir Deutsche Welle, sebenarnya dokumen rahasia negara sudah dibuka sebagian pada 1990-an. Namun, warga Hungaria hanya dapat melihat dokumen mereka, tapi tidak dapat mengetahui nama informan rezim komunis. 

  3. 3. Magyar berjanji akan memberantas mafia di Hungaria

    ilustrasi bendera Hungaria (pixabay.com/lmaresz)
    ilustrasi bendera Hungaria (pixabay.com/lmaresz)

    Pada hari yang sama, Magyar menyampaikan bahwa Partai Fidesz telah berbohong selama 16 tahun lamanya. Menurutnya, Partai Fidesz adalah partai politik mafia yang akan selalu bohong karena anggotanya hanya loyal kepada bosnya, bukan negara. 

    Dilansir dari The Budapest Times, beberapa pekan terakhir, pemimpin Partai Tisza itu sudah mengumumkan tiga mantan menteri era pemerintahan eks PM Hungaria, Viktor Orban. Namun, ia membantah tudingan Orban bahwa pemerintahannya berusaha membredel partai sayap kanan Hungaria.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More