Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

2 Pekan Ditangani Luhut, Kematian akibat COVID-19 di 5 Provinsi Naik

2 Pekan Ditangani Luhut, Kematian akibat COVID-19 di 5 Provinsi Naik
Ilustrasi Swab Test. (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan tentang perkembangan kasus virus corona di 10 provinsi prioritas. Ke-10 provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, Bali, dan Banten.

Dari 10 provinsi tersebut, Wiku mengatakan terdapat lima provinsi yang justru mengalami kenaikan angka kematian. Tetapi, untuk lima provinsi lainnya mengalami penurunan angka kematian.

"Di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan, namun terjadi peningkatan di Jawa Timur, Sumatra Utara, Papua, Bali dan Banten," ujar Wiku dalam keterangan pers, Kamis 1 Oktober 2020 kemarin.

1. Ada peningkatan persentase kasus aktif di Sulawesi Selatan dan Papua

Ilustrasi Tes Usap/PCR Test. IDN Times/Hana Adi Perdana
Ilustrasi Tes Usap/PCR Test. IDN Times/Hana Adi Perdana

Wiku menuturkan perkembangan kasus di setiap provinsi memiliki persentase yang berbeda-beda. 10 provinsi tersebut cenderung mengalami penurunan kasus, kecuali Sulawesi Selatan dan Papua.

"Sulawesi Selatan sempat mengalami peningkatan persentase kasus aktif pada 20 September dari 20,77 persen menjadi 23,9 persen. Sedangkan Papua mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dari 22,7 persen pada 13 September menjadi 35,7 persen pada 27 September," kata Wiku.

2. Sulawesi Selatan dan Papua juga mengalami penurunan angka kesembuhan

Suasana di dalam Rumah Sakit Darurat COVID 19, Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat (Dok. IDN Times/Istimewa)
Suasana di dalam Rumah Sakit Darurat COVID 19, Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat (Dok. IDN Times/Istimewa)

Wiku juga menjelaskan, untuk angka kesembuhan kasus di 10 provinsi cenderung mengalami peningkatan. Namun, ada penurunan angka kesembuhan di Provinsi Sulawesi Selatan dan Papua.

"Sulsel mengalami penurunan, dari 76, 37 persen pada 13 September menjadi 74,06 persen pada 27 September. Kemudian untuk Papua mengalami penurunan kesembuhan dari 76,01 persen menjadi 62,8 persen," ujar dia.

Melihat angka kesembuhan tersebut, Wiku pun mengimbau kepada pemerintah daerah 2. Lima provinsi mengalami peningkatan angka kematian Sulawesi Selatan dan Papua, untuk terus meningkatkan upaya penanganan pasien COVID-19 di rumah sakit agar angka kesembuhan semakin naik.

3. Kasus aktif COVID-19 di Indonesia mencapai 61.839 kasus

Ilustrasi Tes Usap/PCR Test (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Ilustrasi Tes Usap/PCR Test (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Wiku mengatakan, per 1 Oktober 2020, terjadi penambahan 4.174 kasus COVID-19, sehingga jumlah kasus aktif di Indonesia mencapai 61.739 atau 21,2 persen.

"Di mana kasus dunia adalah 22,5 persen. Kita sedikit dibawah kasus aktif dunia. Sedangkan jumlah sembuh adalah 218.487 atau 75 persen, di mana kasus sembuh dunia adalah 74,43 persen. Jadi persentase sembuh Indonesia sedikit lebih tinggi dari dunia," kata dia.

Sementara, kasus kematian secara kumulatif di Indonesia mencapai 10.856 atau 3,7 persen. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata dunia yang sebesar 2,98 persen. "Kasus meninggal persentasenya semakin turun, tapi masih di atas rata-rata dunia," tutur Wiku.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M: Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Jumawan Syahrudin
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Iran Buka Rute Baru di Selat Hormuz untuk Hindari Ranjau Laut

11 Apr 2026, 01:00 WIBNews