Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Buka Rute Baru di Selat Hormuz untuk Hindari Ranjau Laut

Iran Buka Rute Baru di Selat Hormuz untuk Hindari Ranjau Laut
kapal di Selat Hormuz (MC2 Indra Beaufort, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Iran membuka rute alternatif di Selat Hormuz untuk menghindari ranjau laut, sebagai bagian dari gencatan senjata sementara dua minggu dengan Amerika Serikat.
  • Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun hingga 95 persen, dengan lebih dari 800 kapal masih terjebak dan muncul laporan adanya mekanisme izin melintas berbayar bernama tol Teheran.
  • Gencatan senjata AS-Iran terancam rapuh akibat serangan Israel di Lebanon yang menewaskan ratusan orang, sementara kedua pihak berbeda tafsir soal cakupan kesepakatan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengumumkan rute alternatif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Kamis (9/4/2026). Rute baru bertujuan untuk menghindarkan kapal komersial dari bahaya ranjau laut di jalur pelayaran utama.

Pembukaan rute ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Selat Hormuz telah ditutup oleh Iran sejak dimulainya serangan AS-Israel pada Maret lalu.

1. Rute baru lewati Pulau Larak

citra satelit Selat Hormuz
citra satelit Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyarankan seluruh kapal untuk berkoordinasi dengan mereka saat melintasi Selat Hormuz. Kapal komersial diinstruksikan mengambil rute masuk dan keluar yang berbeda dari biasanya demi keamanan.

Jalur alternatif yang diusulkan mencakup pintu masuk dari Laut Oman menuju utara Pulau Larak untuk masuk ke kawasan Teluk. Setelah itu, kapal dapat keluar dari Teluk dengan melintasi sisi selatan Pulau Larak menuju Laut Oman.

"Semua kapal dengan ini diberitahu untuk mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz. Mereka harus mematuhi prinsip keselamatan maritim agar terlindung dari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut,” ujar pernyataan IRGC, dilansir The Straits Times.

Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilewati oleh sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia. Penutupan selat ini telah menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi di berbagai belahan dunia.

2. Ratusan kapal masih terjebak di Teluk

ilustrasi kapal tanker
ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Marcus Dall Col)

Selama konflik, tingkat lalu lintas di Selat Hormuz tercatat turun drastis hingga sekitar 95 persen. Hanya ada tiga kapal kargo yang berani mengambil risiko untuk melintasi jalur tersebut pada Rabu.

Hingga saat ini, lebih dari 800 kapal barang dan awaknya masih terjebak di perairan Teluk. Perusahaan pelayaran masih merasa gugup dan ragu terhadap jaminan keamanan di area tersebut.

"Semua orang di pihak pelayaran jelas merasa gugup. Keberangkatan yang tidak teratur dari Teluk berisiko menyebabkan insiden tabrakan," kata pemimpin redaksi perusahaan intelijen maritim Lloyd's List, Richard Meade, dilansir The Straits Times.

Sementara itu, muncul laporan adanya mekanisme izin melintas berbayar yang disebut sebagai tol Teheran. Pemerintah Iran diperkirakan akan meminta bayaran sebesar satu dolar AS (sekitar Rp17 ribu) dalam bentuk mata uang kripto untuk setiap barel minyak yang lewat.

3. Nasib gencatan senjata AS-Iran yang rapuh

serangan Israel ke Teheran pada Juni 2025
serangan Israel ke Teheran pada Juni 2025 (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Pembukaan rute ini dilakukan di tengah gencatan senjata AS-Iran yang rapuh karena masih berlanjutnya serangan di Lebanon. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon adalah salah satu syarat utama Teheran.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel pada hari Rabu menewaskan sedikitnya 182 orang. Serangan tersebut juga menyebabkan hampir 900 orang lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah AS berdalih, mereka tidak pernah memasukkan Lebanon ke dalam poin gencatan senjata. Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa pelanggaran komitmen ini dapat meruntuhkan perundingan.

"Saya rasa ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar. Saya pikir Iran mengira gencatan senjata itu termasuk Lebanon, padahal sebenarnya tidak," tutur Wakil Presiden AS JD Vance.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More