Anies: Jangan Sampai Investasi Tinggi, Lapangan Pekerjaan Rendah

Jakarta, IDN Times - Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, mengaku telah menyusun tiga strategi untuk membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda setelah terpilih pada Pilpres 2024 nanti.
Pertama, Anies mengatakan, pihaknya akan memberikan kemudahan bagi para pelaku ekonomi mikro dan kecil mulai pembiayaan, permodalan, sampai pasar.Â
Anies juga berjanji akan mengubah regulasi-regulasi yang membuat pelaku UMKM tidak berkembang dan tidak bisa mengakses permodalan.
Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan saat ditemui usai menghadiri acara Konsolidasi Timnas AMIN di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).
"Regulasi-regulasi yang membuat UMKM yang tidak bisa berkembang, regulasi-regulasi yang membuat UMKM tidak bisa dapat akses permodalan yang cukup itu akan diubah. Supaya UMKM bisa bergerak cepat dan modalnya cukup," kata Anies.
1. Anies tak ingin investasi tinggi tapi lapangan kerja minim

Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan berjanji akan memberikan kemudahan lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda. (IDN Times/Amir Faisol) Kedua, Anies mengatakan, ke depan perlu ada reindustrialisasi pada sektor padat karya, sehingga investasi yang ada mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Jangan sampai investasi yang masuk tinggi, tapi lapangan pekerjaan tetap rendah.
"Reindustrialisasi dengan sektor-sektor padat karya supaya investasi yang dilakukan menyediakan lapangan pekerjaan. Jangan sampai investasi tinggi tapi lapangan pekerjaan rendah," kata dia.
2. Kawasan industri jangan dipusatkan di satu wilayah

Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan berjanji akan memberikan kemudahan lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda. (IDN Times/Amir Faisol) Ketiga, menurut Anies, ke depan perlu ada penyebaran pusat-pusat industri di berbagai wilayah di Indonesia sehingga ada kawasan baru yang dapat mendorong ekonomi baru.
"Ketiga, penyebaran pusat-pusat industri di berbagai wilayah Indonesia, sehingga ketersediaan lapangan pekerjaan bukan hanya di kawasan-kawasan yang sekarang sudah menjadi penggerak ekonomi seperti itu, kawasan-kawasan baru di Indonesia," ucapnya.
3. Pertumbuhan ekonomi belum dinikmati masyarakat

Gedung-gedung bertingkat dan pemukiman padat penduduk di Jakarta. (IDN Times/Herka Yanis) Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Amin Subekti, menyinggung pertumbuhan ekonomi yang belum merata di Indonesia. Contohnya adalah yang terjadi di Maluku Utara.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Maluku Utara tumbuh sebesar 22,94 persen di 2022, yang menurut Amin merupakan tertinggi di dunia. Tapi, pertumbuhan tersebut belum dirasakan secara merata oleh warganya.
"Coba dilihat di daerah Maluku pertumbuhannya itu sampai 22 persen. Tapi pertumbuhan yang 22 persen dan itu paling tinggi di dunia, tidak translated ke dalam pengurangan tingkat pengangguran terbuka. Ini yang menjadi isu," kata dia.
Amin menjelaskan, Indonesia belum mencapai kemakmuran yang merata. Hal itu bisa dilihat dari dampak pertumbuhan ekonomi yang tinggi terhadap penambahan tenaga kerja dan pengurangan kemiskinan.
"Pertumbuhan kita barangkali tinggi, tetapi apakah pertumbuhan itu tertranslasikan ke dalam dua hal? Satu adalah pertambahan tenaga kerja, yang kedua adalah pengurangan kemiskinan," tuturnya.
"Jadi, numerik itu tidak translasinya ke rakyat langsung, tetapi masih ada PR-PR berikutnya. Itu menjadi gagasan kami," sambung Amin.





















