Muzani: Gagasan KDMP Prabowo Berangkat dari Pemikiran Bung Hatta

- Ahmad Muzani menyebut gagasan Koperasi Desa Merah Putih yang diusung Prabowo Subianto banyak mengambil pemikiran Bung Hatta.
- Muzani menilai pemikiran Bung Hatta mengenai perekonomian nasional masih relevan dengan perkembangan Indonesia saat ini.
- Meutia Hatta mengaku terkesan atas kehadiran pimpinan MPR saat ziarah ke Makam Bung Hatta.
Jakarta, IDN Times - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) banyak mengambil gagasan besar Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama, Mohammad Hatta atau Bung Hatta.
Sebagai orang dekat Presiden Prabowo, Muzani mengakui Kepala Negara banyak menggeluti pemikiran dan buku-buku Bung Hatta. Termasuk buku-buku otobiografi, biografi, dan buku-buku yang ditulis oleh Wongsonagoro. Buku-buku tersebut menggambarkan bahwa Bung Hatta sangat concern terhadap persoalan ekonomi.
"Saya kira iya, betul. Artinya Pak Prabowo banyak menggeluti dari pemikiran Bung Hatta dan buku-buku Bung Hatta mendalami tentang hal itu," kata Muzani saat ditemui setelah ziarah ke Makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
1. KDMP berangkat dari gagasan Bung Hatta

Muzani menjelaskan, dalam sidang-sidang BPUPKI, Bung Hatta getol berdebat tentang pemikirannya untuk menyusun konsep pembangunan ekonomi Indonesia paska merdeka. Gagasam sistem perekonomian disusun atas asas kekeluargaan dalam sidang BPUPKI itu merupakan pemikiran Bung Hatta.
"Dan Bung Hatta memperjuangkan itu sebagai sebuah cara bagaimana ekonomi bersama Indonesia, demokrasi ekonomi bisa berjalan. Dan akhirnya kita mengambil jalan koperasi," kata dia.
2. Pemkiran Bung Hatta soal perekonomian Indonesia masih relevan

Muzani mengatakan, pemikiran Bung Hatta tentang perekonomian nasional masih relevan dengan perkembangan Indonesia sekarang, dan masih menjadi pegangan generasi saat ini.
"Semangat, gelora, dan cita-cita pemikiran Bung Hatta tentang Indonesia masa depan masih terus kita pegang dan kita akan terus berusaha melakukan apa yang selama ini dilakukan oleh dalam pikiran-pikiran Mohammad Hatta," kata dia.
Muzani juga mengenang peran Bung Hatta dalam sejarah kemerdekaan Indonesia bersama Presiden Soekarno. Politikus Gerindra itu juga mengingat kembali jasa Bung Hatta dalam proses pengakuan kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949.
"Mudah-mudahan ziarah hari ini menjadi bagian dari upaya kita untuk menghormati semua pemikiran para pendahulu bangsa kita, dan pemikiran-pemikiran yang dulu diberikan oleh beliau dan para pendiri bangsa lain menjadi sebuah keberkahan bagi masa depan bangsa Indonesia dan masa depan generasi-generasi yang akan datang," kata Muzani.
3. Keluarga Bung Hatta terkesan pimpinan MPR ziarah ke makam ayahanda

Dalam kesempatan itu, Putri Bung Hatta, Meutia Hatta merasa terkesan dengan kehadiran pimpinan MPR menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Saya atas nama keluarga juga tadi mengatakan, ini baru pertama kalinya menjelang 17 Agustus kami datang ke sini untuk menerima Bapak-Bapak semua, pimpinan dan Ibu juga dari MPR. Dan ini sungguh sangat mengesankan bagi kami," kata Meutia.
Meutia mengenang sejumlah peran Bung Hatta di luar posisinya sebagai proklamator dan Wakil Presiden pertama RI.
"Kalau Bung Hatta memang sebagai Bapak Koperasi, Bapak Perumahan Rakyat, pernah juga menjadi Ketua Umum PMI yang pertama, 16 September 1945. Beliau dan serangkaian lagi ya, kegiatannya yang cemerlang dari Bung Hatta," ujar Meutia.

















