Jakarta, IDN Times - Gerakan sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Dalam program yang digelar tiap bulan tersebut, kali ini disalurkan dalam bentuk pendaftaran perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja informal Banyuwangi,seperti buruh nelayan, buruh tani, pedagang kecil, penjual sayur keliling, tukang pijat dan lainnya.
ASN Banyuwangi Berbagi: Daftarkan 5000 Pekerja Informal BPJS Ketenagakerjaan

- Program ASN Banyuwangi Berbagi mendaftarkan 1.144 dari target 5.000 pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan hingga akhir Agustus, menyasar warga Desil 1–3 DTSEN Kemensos.
- Pekerja seperti nelayan, buruh tani, pedagang kecil, penjual sayur keliling, dan tukang pijat memperoleh jaminan rawat jalan, rawat inap, santunan kematian, serta kecacatan akibat risiko kerja.
- Gerakan rutin sejak 2024 ini juga menyalurkan sembako, alat bantu mobilitas, dan perlengkapan sekolah, dengan dukungan ASN, kepolisian, TNI, BUMN, BUMD, pengusaha, serta organisasi profesi.
Penyerahan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut dilakukan Bupati Banyuwangi kepada 10 orang perwakilan penerima, dalam momen Upacara Peringatan 17 Agustus, di Taman Blambangan, Senin (17/8/2026).
Saat ini ASN Banyuwangi Berbagi telah mendaftarkan 1.144 pekerja informal dari target 5.000 peserta sampai dengan akhir Agustus. Para penerima BPJS Ketenagakerjaan tersebut merupakan warga dari yang masuk Desil 1-3 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos.
Dengan terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, peserta mendapatkan jaminan pengobatan rawat jalan dan inap, santunan kematian dan kecacatatan akibat resiko kerja.
1. Para penerima BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan rasa terima kasih

Penyerahan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut dilakukan Bupati Banyuwangi kepada 10 orang perwakilan penerima, dalam momen Upacara Peringatan 17 Agustus, di Taman Blambangan, Senin (17/8/2026) (dok. Pemkab Banyuwangi) Salah satu penerima adalah nelayan bernama Supriyono (62), yang mengaku senang mendapat perlindungan sosial, mengingat resiko pekerjaannya yang cukup besar karena sering mencari ikan di tengah laut.
“Saya biasanya ikut mencari ikan sampai sekitar wilayah Alas Purwo sampai Bali. Ini pertama kalinya saya punya BPJS Ketenagakerjaan, Alhamdulillah kerja jadi lebih tenang,” ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Muatip, buruh tani adal Desa Jambesari, Kecamatan Giri. Dia mengaku senang mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. "Senang, matur nuwun," ujarnya.
Selain itu, ada Istiqomah (59) seorang penjual rujak yang berjualan di rumahnya. Selama ini ia berjualan untuk menghidupi dirinya serta satu orang anaknya.
“Saya sangat senang dapat BPJS Ketenagakerjaan, Alhamdulillah gratis, kalau harus bayar sendiri terus terang cukup berat,” ujarnya.
2. ASN Berbagi merupakan gerakan sosial yang rutin dilakukan

Penyerahan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut dilakukan Bupati Banyuwangi kepada 10 orang perwakilan penerima, dalam momen Upacara Peringatan 17 Agustus, di Taman Blambangan, Senin (17/8/2026) (dok. Pemkab Banyuwangi) Bupati Ipuk mengatakan ASN Berbagi merupakan gerakan sosial yang telah berjalan secara konsisten sejak dua tahun terakhir sebagai bentuk kepedulian bersama.
“Ini adalah gerakan rutin yang telah kita lakukan bersama-sama sejak 2024. Kami dorong ASN untuk terus melakukan aksi sosial, berbagi rejeki untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu,” kata Ipuk.
3. Program ini juga mendapatkan banyak dukungan dari lintas sektor

Penyerahan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut dilakukan Bupati Banyuwangi kepada 10 orang perwakilan penerima, dalam momen Upacara Peringatan 17 Agustus, di Taman Blambangan, Senin (17/8/2026) (dok. Pemkab Banyuwangi) Selama ini ASN Berbagi menyumbangkan banyak program, seperti pembagian ribuan sembako kepada warga pra sejahtera yang dibeli dari warung rakyat, pembagian ratusan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, hingga bantuan perlatan sekolah untuk siswa kurang mampu.
Tidak hanya melibatkan ASN saja, program ini juga mendapatkan banyak dukungan dari lintas sektor. Seperti kepolisian, TNI, BUMN, BUMD, para pengusaha hingga organisasi profesi di Banyuwangi. (WEB)




















