Lomba Makan Kerupuk Jadi Obat Rindu Tanah Air Para Diaspora di Paris

- Lebih dari 150 masyarakat dan diaspora Indonesia mengikuti Fun Games Kemerdekaan di Wisma Duta Besar RI di Paris.
- Peserta dari anak-anak hingga orang dewasa mengikuti lomba makan kerupuk dan permainan tradisional khas perayaan 17 Agustus.
- KBRI Paris memasukkan Fun Games dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 2026.
Jakarta, IDN Times - Suasana khas perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia hadir di Paris, Prancis. Lebih dari 150 orang dan diaspora Indonesia berkumpul di Wisma Duta Besar RI di Paris, untuk mengikuti berbagai permainan tradisional dalam kegiatan Fun Games Kemerdekaan yang digelar KBRI Paris.
Anak-anak hingga orang dewasa ikut ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang identik dengan perayaan 17 Agustus di Indonesia. Mulai dari lomba makan kerupuk, estafet sarung, joget balon, memasukkan paku ke dalam botol, hingga memindahkan bola pingpong.
Meski digelar ribuan kilometer dari Indonesia, rangkaian permainan tersebut menghadirkan kembali suasana perayaan kemerdekaan yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Sorak-sorai peserta dan suasana penuh keceriaan menjadi pengingat akan tradisi 17 Agustus yang lekat dengan kehidupan masyarakat di Tanah Air.
Bagi diaspora yang tinggal di Prancis, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melepas rindu terhadap suasana perayaan kemerdekaan di Indonesia. Terlebih, sebagian peserta pernah merasakan kemeriahan serupa ketika masih tinggal di Tanah Air.
1. Lomba 17 Agustus obati rindu Tanah Air

Lomba 17 Agustus di KBRI Paris. (Dok. KBRI Paris) Salah satu diaspora Indonesia yang tinggal di Paris, Yuanita Andriani, mengatakan perayaan HUT RI menjadi momentum untuk kembali merasakan suasana 17 Agustus yang dirindukannya. Menurutnya, perayaan kemerdekaan di Prancis memiliki suasana berbeda dibandingkan ketika berada di Indonesia.
“Saya rindu suasana HUT RI di Indonesia yang selalu ramai dan meriah. Di Paris tentu suasananya berbeda. Dengan mengikuti kegiatan HUT RI yang diselenggarakan KBRI Paris, saya bisa kembali merasakan kemeriahan seperti di Indonesia,” ujar Yuanita dalam keterangan pers KBRI Paris, Senin (17/8/2026).
Lomba makan kerupuk menjadi salah satu permainan yang paling menarik perhatian peserta. Permainan tersebut begitu identik dengan perayaan kemerdekaan sehingga kehadirannya di Paris mampu menghadirkan kembali pengalaman khas 17 Agustus di Indonesia.
Tidak hanya lomba makan kerupuk, sejumlah permainan kelompok seperti estafet sarung, joget balon, memasukkan paku ke dalam botol, dan memindahkan bola pingpong juga menciptakan banyak momen spontan. Anak-anak, orang tua, pelajar, hingga masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang berbaur dalam suasana penuh keakraban.
Bagi sebagian peserta, perlombaan sederhana tersebut bukan hanya menjadi hiburan. Kegiatan itu menjadi ruang untuk kembali merasakan kebersamaan sebagai masyarakat Indonesia, sekaligus menjaga tradisi perayaan kemerdekaan meski mereka kini tinggal jauh dari tanah air.
2. Anak-anak diaspora kenali tradisi 17 Agustus

Semarak 17 Agustus oleh diaspora RI di Paris. (Dok. KBRI Paris) Kegiatan Fun Games juga menjadi sarana bagi orang tua diaspora untuk memperkenalkan tradisi perayaan kemerdekaan kepada anak-anak mereka yang lahir dan tumbuh besar di Prancis.
Melalui permainan tradisional, anak-anak dapat merasakan secara langsung berbagai kegiatan yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui cerita orang tua atau keluarga. Mereka juga dapat berinteraksi dengan anak-anak Indonesia lainnya dalam suasana perayaan khas tanah air.
Hal tersebut dinilai penting bagi generasi muda diaspora yang sehari-hari tumbuh dalam lingkungan masyarakat Prancis. Pengalaman mengikuti permainan 17 Agustus dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan mereka dengan Indonesia.
Suasana tersebut juga dirasakan keluarga Widodo yang telah menetap di Paris selama hampir 12 tahun. Widodo bersama istri dan tiga anaknya antusias mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan KBRI Paris.
“Saya dan keluarga selalu mengikuti acara-acara HUT RI yang diadakan KBRI Paris setiap tahunnya. Tahun ini seru sekali dan sangat meriah. Keluarga kami paling suka lomba makan kerupuk dan joget balon,” ujar Widodo.
Selain keluarga, sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Prancis juga ikut meramaikan kegiatan. Salah satunya Audrey yang hadir bersama sejumlah rekan mahasiswa Indonesia.
Bagi Audrey dan teman-temannya, Fun Games menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali tradisi perayaan HUT RI meskipun mereka sedang berada jauh dari Indonesia. Kebersamaan dengan sesama masyarakat Indonesia membuat suasana perayaan terasa lebih dekat dengan tanah air.
3. KBRI Paris jadi ruang bersama diaspora

Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar. (Dok. KBRI Paris) Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran KBRI Paris sebagai ruang bersama bagi masyarakat Indonesia di Prancis.
“KBRI Paris merupakan rumah bagi seluruh masyarakat dan diaspora Indonesia yang berada di Prancis. Melalui kegiatan perlombaan ini, kita jaga bersama rasa kebangsaan, hadirkan kegembiraan dalam menyambut Hari Kemerdekaan, serta kecintaan terhadap Indonesia meskipun berada jauh dari tanah air,” ujar Oemar.
Menurutnya, kegiatan berbasis komunitas seperti Fun Games dapat menjadi sarana untuk menjaga rasa kebangsaan sekaligus mempererat hubungan antarwarga Indonesia yang tinggal di Prancis.
Fun Games Kemerdekaan merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan KBRI Paris pada 2026. Sebelumnya, KBRI Paris telah menggelar Lomba Olahraga pada 8 Agustus 2026 yang mempertandingkan tenis meja, domino, dan dart.
Rangkaian perayaan tersebut akan berlanjut hingga puncak peringatan pada 17 Agustus 2026. KBRI Paris dijadwalkan menggelar Upacara Bendera dan Panggung Gembira bersama masyarakat serta diaspora Indonesia di Prancis.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang bagi masyarakat Indonesia di luar negeri untuk menjaga hubungan dengan tanah air. Di tengah kehidupan yang jauh dari Indonesia, permainan sederhana khas 17 Agustus menjadi cara untuk mempertahankan tradisi, mempertemukan komunitas, sekaligus menularkan rasa cinta terhadap Indonesia kepada generasi berikutnya.



















