Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pesan Hari Kemerdekaan, Menlu Sugiono: Diplomasi Jaga Kedaulatan RI

Pesan Hari Kemerdekaan, Menlu Sugiono: Diplomasi Jaga Kedaulatan RI
Menlu RI Sugiono menerima Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Sugiono menyebut kemerdekaan Indonesia sebagai amanah yang perlu terus diisi oleh setiap pemerintahan.
  • Pemerintah disebut menjalankan kebijakan pangan, fasilitas umum, pertahanan, hukum, pendidikan, dan kesehatan.
  • Diplomasi bebas aktif diarahkan untuk menjaga kedaulatan serta membangun kerja sama dan perdamaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa peran utama diplomasi Indonesia?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan kemerdekaan Indonesia bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus terus diisi dan diberi arti oleh setiap pemerintahan. Menurutnya, upaya mengisi kemerdekaan dilakukan melalui berbagai kebijakan, termasuk diplomasi di tingkat internasional.

Sugiono menyampaikan hal tersebut dalam pesan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dia mengatakan, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia 81 tahun lalu atas dasar keyakinan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa.

“81 tahun yang lalu, para pendiri bangsa kita memproklamasikan kemerdekaan Indonesia atas dasar sebuah keyakinan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa,” kata Sugiono dalam pesan kemerdekaan di akun Instagram @Menlu_RI, Senin (17/8/2026).

Dia mengatakan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga telah menelan banyak korban. Jutaan putra-putri bangsa disebut telah mengorbankan jiwa dengan keberanian dan keyakinan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

  1. 1. Sugiono soroti upaya pemerintah isi kemerdekaan

    029a55a1-92c0-48e2-80ac-bc85377826f7.jpeg
    Menlu Sugiono jemput WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0. (Dok. Kemlu RI)

    Menurut Sugiono, kemerdekaan Indonesia tidak dapat dibiarkan begitu saja setelah berhasil diraih. Kemerdekaan harus terus diisi melalui kerja pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Karena kemerdekaan tersebut bukanlah tujuan akhir, bukan pula sesuatu yang dapat dibiarkan begitu saja, namun harus diisi dan diberi arti,” ujarnya.

    Dia kemudian menyoroti sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang disebut sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan. Kebijakan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, perbaikan sarana dan fasilitas umum, penguatan postur pertahanan, hingga penegakan hukum.

    Di bidang pendidikan, pemerintah disebut terus melakukan perbaikan sarana pendidikan serta mendirikan Sekolah Rakyat dan sekolah unggulan. Menurut Sugiono, langkah tersebut diarahkan untuk menyiapkan generasi Indonesia menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin ketat sekaligus memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi seluruh anak Indonesia.

    “Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kemerdekaan itu diisi dengan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, perbaikan dan peningkatan sarana dan fasilitas umum, penguatan postur pertahanan, penegakan hukum, perbaikan sarana pendidikan, pendirian sekolah-sekolah rakyat dan sekolah-sekolah unggulan,” katanya.

    Sugiono menambahkan pemerintah juga memperkuat sektor kesehatan melalui pembangunan rumah sakit baru, peningkatan kualitas Puskesmas, serta percepatan pencetakan tenaga kesehatan.

  2. 2. Diplomasi untuk jaga kedaulatan dan kepentingan Indonesia

    Menlu Sugiono terima Menlu Filipina Ma Theresa P. Lazaro Pertemuan JCBC ke-8 Indonesia-Filipina di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri
    Menlu Sugiono terima Menlu Filipina Ma Theresa P. Lazaro Pertemuan JCBC ke-8 Indonesia-Filipina di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Di sisi lain, Sugiono menegaskan pengisian kemerdekaan juga dilakukan melalui perjuangan diplomasi di tingkat internasional. Dia mengatakan politik luar negeri Indonesia tetap berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945 serta prinsip bebas aktif.

    “Di medan perjuangan yang lain, diplomasi Indonesia yang dilandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam sebuah tradisi dan kebijakan luar negeri yang bebas aktif, Indonesia terus tampil dalam forum-forum antarbangsa menyuarakan dan membela kepentingan negara serta masyarakat Indonesia,” ujar Sugiono.

    Menurut dia, diplomasi Indonesia diarahkan untuk memastikan kedaulatan bangsa tetap terjaga sekaligus menciptakan lingkungan internasional yang mendukung pencapaian berbagai program pemerintah.

    Sugiono mengatakan diplomasi juga diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup bangsa Indonesia melalui hubungan kerja sama dan persahabatan yang saling menguntungkan dengan negara-negara lain.

    “Diplomasi yang terus dilakukan untuk memastikan kelangsungan hidup bangsa Indonesia dalam sebuah jalinan kerja sama dan persahabatan yang saling menguntungkan,” katanya.

    Dia menegaskan Indonesia akan terus membangun hubungan dengan negara-negara lain untuk menciptakan ketertiban dan perdamaian, terutama di tengah situasi global yang dinilai semakin tidak menentu.

    “Diplomasi yang terus bergerak membangun jembatan demi terciptanya sebuah ketertiban dan perdamaian terlebih di tengah situasi yang tidak menentu seperti dewasa ini,” ujar Sugiono.

  3. 3. Indonesia Ingin Jadi Sahabat bagi Negara Lain

    b6c39c89-8944-46b7-94bf-f24ee4418c57.jpeg
    Momen Menlu Sugiono dikalungi kafiyeh oleh Dubes Palestina. (Dok. Kemlu RI)

    Sugiono menegaskan Indonesia ingin terus hadir dalam hubungan internasional sebagai negara yang memiliki kedudukan setara dengan bangsa-bangsa lain. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian dari cita-cita Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

    “Indonesia ingin terus hadir sebagai sahabat yang duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” kata Sugiono.

    Dia mengatakan cita-cita Indonesia untuk menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur tidak hanya ditujukan bagi generasi saat ini. Cita-cita tersebut harus terus diperjuangkan agar dapat diwariskan kepada generasi-generasi mendatang.

    “Indonesia berdaulat, adil, dan makmur adalah cita-cita yang akan terus kita kejar untuk bisa kita wariskan kepada puluhan generasi mendatang hingga akhir zaman,” ujarnya.

    Menurut Sugiono, seluruh upaya tersebut hanya dapat terwujud apabila persatuan, kerukunan, dan kebersamaan masyarakat Indonesia terus dijaga.

    “Dan untuk itulah semua upaya ini kita lakukan dan itu semua hanya bisa terwujud jika persatuan, kerukunan, dan kebersamaan bisa terus kita jaga,” katanya.

    Menutup pesannya, Sugiono menyampaikan harapan agar Tuhan senantiasa menyertai bangsa Indonesia. Dia juga menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

    “Semoga Tuhan selalu bersama kita, bersama bangsa Indonesia. Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia. Selamat ulang tahun ke-81. Merdeka!” ujar Sugiono.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More