Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mendagri: Pembangkit di NTT Tak Ada yang Rusak, Jaringan Listrik Pulih 88 Persen

Mendagri: Pembangkit di NTT Tak Ada yang Rusak, Jaringan Listrik Pulih 88 Persen
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026)(dok. Kemendagri)
  • Muhammad Tito Karnavian memprioritaskan pemulihan listrik dan penyaluran logistik bagi warga terdampak gempa di Manggarai Timur.
  • Gangguan listrik terjadi akibat tiang roboh, sementara pembangkit listrik dan gardu induk tidak mengalami kerusakan.
  • Pemulihan jaringan listrik telah mencapai 88 persen, sedangkan rumah terdampak akan didata berdasarkan tingkat kerusakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu didahulukan di Manggarai Timur?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, telah mengantongi rencana prioritas dalam rangka penanganan korban bencana gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ia sampaikan kepada awak media usai melakukan peninjauan dan berdialog dengan warga di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Langkah ini dimulai dengan mempercepat pemulihan jaringan listrik dan penyaluran logistik, khususnya sembako untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Jadi prioritas listrik, kemudian makanan. Makanan logistik mereka sangat minta sekali," ujar Tito, Senin (17/8/2026).

  1. 1. Jaringan listrik jadi prioritas, tidak ada pembangkit dan gardu induk yang rusak

    IMG-20260817-WA0009.jpg
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Wilayah NTT yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026)(Dok. Kemendagri)

    Tito menambahkan, ia akan berkomunikasi dengan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar pemulihan jaringan listrik di Manggarai Timur menjadi prioritas. Pasalnya, pembangkit dan gardu induk tidak mengalami kerusakan. Gangguan listrik lebih disebabkan oleh tiang-tiang yang roboh akibat guncangan gempa.

    "Pembangkit listrik enggak ada yang rusak. Persoalannya adalah tiang-tiangnya ada yang roboh, jaringan yang dari gardu ke rumah. Itu problemnya," tuturnya.

    Ia berharap, listrik yang kembali menyala dapat mendukung pemulihan jaringan telekomunikasi agar warga bisa kembali berhubungan dengan keluarganya di luar wilayah.

    "Kalau listriknya sudah mati, mau enggak mau sinyal handphone juga off juga. Nah, itu mungkin hal-hal yang prioritas yang kita kerjakan," katanya.

  2. 2. Jaringan listrik pulih 88 persen

    IMG-20260817-WA0010.jpg
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Wilayah NTT yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026)(Dok. Kemendagri)

    Dalam kesempatan terpisah, Tito menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN), pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak telah mencapai 88 persen.

    “Dari Dirut PLN 88 persen sudah on. Tidak ada pembangkit listrik yang rusak, seperti dalam kasus dari beberapa daerah lain. Yang ada beberapa gardu yang rusak sudah diperbaiki, on," ucap dia usai memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).

  3. 3. Data rumah yang rusak akibat gempa

    WhatsApp Image 2026-08-16 at 10.44.01.jpeg
    Kondisi pasca gempa di Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, NTT. (Dok. Istimewa)

    Tito lantas menekankan pentingnya pendataan dan verifikasi secara menyeluruh bagi korban terdampak gempa di NTT. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan pemerintah dapat diberikan secara tepat sesuai dengan tingkat kerusakan dan kondisi masyarakat terdampak.

    Tito menjelaskan, pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari evakuasi, penyelamatan, penanganan korban, hingga pemulihan layanan dasar dan akses mobilitas. Sementara itu, terhadap rumah yang terdampak, pemerintah akan melakukan pendataan berdasarkan tingkat kerusakannya.

    “Rumah yang rusak nanti harus didatakan ringan, sedang, berat. Ada kriterianya untuk gempa nanti itu ada bantuan dari BNPB,” ujar Tito.

    Menurut Tito, proses pendataan tersebut akan dilakukan melalui verifikasi dengan melibatkan pemerintah daerah (Pemda), yang selanjutnya akan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

    Pendekatan ini dinilai penting agar penanganan pascabencana dapat disesuaikan dengan karakteristik kerusakan di masing-masing wilayah.

    Untuk rumah yang masih memungkinkan dibangun kembali di lokasi semula, pemerintah dapat menerapkan pendekatan pembangunan kembali di tempat atau on-site.

    “Kalau di sini sepertinya tidak ada yang sampai habis. Sehingga bisa dibangunkan rumah yang ada itu dibangunkan kembali, namanya in situ, on-site," ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More