Banjir Genang 12 Kelurahan di Jakarta hingga Cuaca Ekstrem di Bogor

- Banjir melanda 12 kelurahan di Jakarta, berdampak pada 1.241 kepala keluarga atau 3.392 jiwa, dengan kondisi air berangsur surut hingga Sabtu pagi.
- Hujan deras dan angin kencang di Kabupaten Bogor menyebabkan banjir di dua desa serta menimbulkan dua korban jiwa akibat tertimpa pohon dan pagar tembok.
- BMKG memprediksi hujan sedang hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah Indonesia hingga 4 Mei 2026, BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi pada periode pemantauan Jumat (1/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (2/5/2026) pukul 07.00 WIB.
Dalam kurun waktu tersebut, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang masih mendominasi di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
1. Banjir menggenang di 12 kelurahan Jakarta

Laporan pertama adalah peristiwa banjir yang berdampak di 12 kelurahan di Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (1/5/2026). Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Cilandak Barat, Pondok Labu, Jagakarsa, Cipedak, Cipulir, Pondok Pinang, dan Pejaten Timur di Kota Jakarta Selatan. Selain itu, banjir juga terjadi di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Balekambang, Cawang, dan Cililitan di Kota Jakarta Timur.
"Kejadian ini berdampak pada sekitar 1.241 kepala keluarga atau 3.392 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari siaran pers.
BPBD DKI Jakarta melaporkan sebanyak 1.241 rumah warga terdampak. Hingga Sabtu, banjir dilaporkan berangsur surut.
2. Hujan deras dan banjir di Kabupaten Bogor, satu orang meninggal

Bencana hidrometeorologi juga melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat. Banjir melanda Desa Rawa Panjang dan Desa Bojong Baru di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada Jumat (1/5/2026) pukul 17.30 waktu setempat. Banjir dilaporkan terjadi setelah hujan deras berdurasi panjang dan diperparah oleh penyempitan saluran Kali Baru. Ketinggian air mencapai 120 sentimeter.
Sebanyak 60 unit rumah terdampak dengan rincian 10 unit di Desa Bojong Baru dan 50 unit di Desa Rawa Panjang. Pascakejadian, BPBD bersama tim gabungan segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan. Hingga Sabtu, banjir juga berangsur surut.
Sementara, di wilayah Kabupaten Bogor, cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras disertai angin kencang menimbulkan korban jiwa di Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Gunung Putri.
"Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon palem, sementara satu orang lainnya meninggal setelah tertimpa pagar tembok saat berteduh. Korban meninggal dunia segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," kata Abdul.
Selain korban jiwa, angin kencang juga menyebabkan dua unit rumah rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, satu kendaraan roda dua terdampak, serta beberapa pohon tumbang. BPBD Kabupaten Bogor bersama tim gabungan segera membersihkan sisa pohon tumbang agar akses jalan dapat kembali digunakan. Sementara itu, rumah yang rusak masih dalam proses pendataan untuk dilakukan perbaikan.
Kemudian, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada Jumat (1/5/2026) pukul 11.47 WIB. Angin kencang menyebabkan kerusakan rumah warga di Desa Camar Condong, Kecamatan Pematang Jaya. BPBD Kabupaten Langkat melaporkan sebanyak delapan unit rumah rusak dengan rincian lima rusak berat, dua rusak sedang, dan satu rusak ringan. BPBD setempat segera meninjau lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan.
3. Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca ekstrem pada periode 2 hingga 4 Mei 2026. Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering.
"Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diharapkan rutin memantau kondisi cuaca, memelihara saluran drainase, serta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan mengurangi jarak pandang," kata dia.
Jika terjadi angin kencang, masyarakat diminta menghindari pohon dan bangunan yang mudah roboh, seperti reklame, pagar, dan tiang listrik.
"Pemerintah daerah bersama tim satuan tugas gabungan dapat melakukan patroli di wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar upaya penanganan dapat dilakukan dengan cepat," ucap dia.

















