13 Ribu Kendaraan Masih Serbu Kawasan Puncak Bogor Hari Kedua Libur Panjang

- Sebanyak 13 ribu kendaraan memadati jalur Puncak Bogor pada hari kedua libur panjang, menyebabkan kemacetan hingga satu kilometer dari arah Tol Ciawi.
- Polisi menerapkan sistem one way ke arah atas setelah volume kendaraan melampaui ambang batas 2.000 unit per jam, sementara motor masih diizinkan melintas dua arah dengan aturan ketat.
- Polres Bogor menyiapkan strategi lintas sektoral menghadapi lonjakan arus wisata dan mudik menjelang rangkaian libur nasional serta Idul Adha bulan Mei 2026.
Bogor, IDN Times – Arus wisata menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, terpantau masih sangat tinggi pada hari kedua pascalibur Hari Buruh, Sabtu (2/5/2026).
Pantauan IDN Times, kemacetan sempat terjadi di tanjakan dari arah tol Ciawi hingga menuju arah puncak sepanjang 1 km. Kemacetan itu didominasi oleh kendaraan roda empat yang mayoritas adalah wisatawan.
Satlantas Polres Bogor mencatat sebanyak 13 ribu kendaraan telah masuk ke jalur tersebut hanya dalam kurun waktu sembilan jam sejak dini hari tadi.
Tingginya wisatawan yang ingin menghabiskan sisa libur panjang (long weekend) ini kembali memaksa petugas kepolisian menerapkan rekayasa arus satu arah (one way) menuju arah atas guna mencegah stagnasi lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, mengatakan, tren kepadatan kendaraan belum menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
"Dari rekapitulasi pukul 00.00 hingga 09.00 WIB, jumlah kendaraan yang masuk sudah mencapai 13 ribu unit. Sementara untuk kendaraan yang keluar dari jalur Puncak ada kurang lebih 7 ribu unit sehingga total mobilitas naik-turun pagi ini mencapai 20 ribu kendaraan," ujar Ardian di Pos Gadog, Sabtu.
1. Ambang batas 2 ribu kendaraan picu rekayasa one way

Ardian mengatakan, keputusan untuk memberlakukan one way arah atas diambil setelah volume kendaraan yang keluar dari Exit Tol Ciawi melampaui batas toleransi. Antara pukul 08.00 hingga 09.00 WIB, tercatat sebanyak 2.500 kendaraan melintas per jam.
Dia mengatakan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), jika arus kendaraan sudah menyentuh angka 2.000 ke atas, maka jalur Puncak wajib diberlakukan sistem satu arah.
"Pertimbangan pengambilan rekayasa one way ini didasarkan apabila jumlah kendaraan dari Exit Tol Ciawi mencapai 2.000 ke atas. Tadi sempat menyentuh 2.500 kendaraan, maka jalur kami arahkan satu arah ke atas," kata dia.
2. Skema arus balik dan pengecualian roda dua

Terkait arus balik dari arah Cianjur menuju Jakarta, pihak kepolisian akan melihat situasi secara situasional pada siang hari. Polisi menyiapkan dua opsi menormalkan kembali menjadi dua arah atau langsung menerapkan one way arah bawah (Jakarta) jika arus dari Jakarta mulai mereda.
Sementara itu, bagi pengendara roda dua, petugas masih memberikan kelonggaran untuk melintas dua arah namun dengan catatan ketat.
"Khusus kendaraan roda dua masih kami perbolehkan melintas berlawanan arus (saat one way), namun wajib mempergunakan lajur paling kiri agar tidak menghambat arus utama kendaraan roda empat," kata Ardian.
3. Persiapan hadapi rentetan libur nasional dan Idul Adha

Menghadapi kalender bulan Mei 2026 yang dipadati tanggal merah hingga persiapan menuju Hari Raya Idul Adha, Polres Bogor telah menyusun strategi lintas sektoral. Ardian mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Pemda dan instansi terkait untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana.
Personel lalu lintas akan disiagakan secara maksimal di sepanjang jalur rawan kemacetan untuk mengantisipasi potensi lonjakan drastis arus mudik dan wisata.
"Kami sudah menyiapkan SOP penanganan long weekend. Siap personel, strategi, hingga sarana prasarana. Koordinasi lintas sektoral sudah kami jalankan agar semua dapat tertangani dan teramankan," ucap dia.

















