BEM UI Desak Pihak Kampus Beri Sanksi Tegas Pelaku Pelecehan Verbal

- Ketua BEM FH UI menyebut belum ada sanksi resmi terhadap pelaku dugaan pelecehan verbal, meski keberadaannya di kampus sudah tidak terlihat.
- Pihak fakultas dan universitas dikabarkan masih melakukan koordinasi internal dengan Satgas PPKS untuk membahas penanganan kasus tersebut.
- Mahasiswa berkomitmen mengawal proses agar kampus bersikap tegas dan transparan dalam menindak kasus demi menjaga kepercayaan publik.
Jakarta, IDN Times - Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menyatakan hingga saat ini belum ada sanksi resmi terhadap pelaku kasus dugaan pelecehan seksual nonfisik di Fakultas Hukum UI. Meski demikian, pihak kampus disebut telah mulai melakukan langkah koordinasi.
Ia menegaskan dalam konferensi pers Aliansi BEM se-UI, di Pusgiwa UI, Selasa (14/4/2026), pihaknya akan terus mengawal proses penanganan kasus ini.
1. Pelaku tidak terlihat di kampus, tapi belum ada sanksi resmi

Dimas menyebut keberadaan pelaku di kampus tidak terlihat, namun belum ada keputusan formal dari pihak universitas.
“Sejauh yang saya pantau, saya tidak melihat keberadaan pelaku di kampus, namun hingga saat ini belum ada sanksi resmi yang diberikan,” ujarnya.
Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan mahasiswa terkait keseriusan penanganan kasus.
2. Kampus disebut masih dalam tahap koordinasi internal

Menurut informasi yang diterimanya, pihak fakultas dan universitas sedang melakukan pembahasan internal.
“Informasi yang kami dapatkan bahwa pihak fakultas sudah melakukan koordinasi dengan Satgas PPKS dan sedang melakukan rapat-rapat untuk penanganan kasus ini. Namun, belum ada keputusan final yang diumumkan,” katanya.
Proses ini dinilai perlu segera menghasilkan keputusan konkret.
3. Mahasiswa akan terus mengawal komitmen kampus

Ia menegaskan, mahasiswa akan memastikan kampus benar-benar serius menangani kasus ini.
“Kami sebagai mahasiswa akan terus mengawal komitmen tersebut. Kami menunggu sejauh mana keseriusan kampus dalam menindak kasus ini secara tegas dan transparan,” kata dia.
Mereka menekankan pentingnya transparansi dan ketegasan agar kepercayaan publik terhadap kampus tetap terjaga.



















