Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BGN Ancam Suspend dan Cabut Insentif Mitra yang Mark Up Bahan Baku MBG

BGN Ancam Suspend dan Cabut Insentif Mitra yang Mark Up Bahan Baku MBG
Ilustrasi dapur MBG di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • BGN menegaskan mitra Program Makan Bergizi Gratis wajib transparan dan dilarang melakukan mark up harga bahan baku senilai Rp8–10 ribu per porsi.
  • Mitra yang terbukti curang akan dikenai sanksi suspend satu minggu tanpa insentif hingga membuat pernyataan komitmen tidak mengulangi pelanggaran.
  • Peringatan ini diharapkan jadi perhatian serius agar program berjalan adil dan tepat sasaran, termasuk kebijakan khusus bagi daerah 3T dengan risiko stunting tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan seluruh mitra untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara profesional dan berintegritas, tanpa praktik kecurangan dalam pengadaan bahan baku yang dialokasikan BGN sebesar Rp8 ribu sampai dengan Rp10 ribu per porsi MBG.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada mitra yang terbukti melakukan mark up harga bahan baku, apalagi sampai menekan KaSPPG, yakni berupa penghentian operasional sementara (suspend) tanpa pemberian insentif karena masuk kategori pelanggaran berat.

"Mitra yang mark up harga gila-gilaan dan menekan Kepala SPPG , pengawas gizi dan pengawas keungan, akan saya minta kedeputian Tauwas untuk suspend tanpa pemberian insentif karena termasuk pelanggaran berat," ucapnya dalan keterangan, di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

1. Dikasih insentif masih nakal

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Dia menilai, perilaku tersebut tidak hanya merugikan program, tetapi juga mencederai tujuan utama penyediaan layanan gizi bagi masyarakat. Menurutnya, mitra yang sudah mendapatkan insentif seharusnya bekerja sesuai aturan, bukan justru mencari keuntungan berlebih.

"Saya minta untuk tidak diberikan insentif juga karena mitra yang demikian tidak akan pernah puas. Sudah dikasih insentif, masih saja nakal mark up harga bahan baku," tegas Nanik.

2. BGN akan lakukan suspend jika terbukti melanggar

Nanik S Deyang
Nanik S Deyang, Wakil Kepala BGN saat Sidak SPPG di Ponorogo. IDN Times/Istimewa.

Sebagai langkah penindakan, BGN akan menjatuhkan sanksi suspend selama satu minggu kepada mitra yang terbukti melanggar. Masa tersebut dimaksudkan sebagai kesempatan bagi mitra untuk melakukan perbaikan dan menyatakan komitmen.

"Kita suspend satu minggu sampai mereka membuat pernyataan tidak mark up harga dan tidak monopoli menjadi supplier sendiri. Itu pelanggaran berat," kata Nanik.

3. Peringatan jadi perhatian serius mitra SPPG

Nanik S Deyang (IDN Times/Santi Dewi)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang ketika berbincang di Antara Heritage Centre. (IDN Times/Santi Dewi)

BGN berharap peringatan ini menjadi perhatian serius bagi seluruh mitra, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran seiring dimulainya operasional SPPG pada akhir Maret.

Sebelumnya Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah semakin diperkuat setelah Rapat Koordinasi Tingkat Atas (Rakortas) Virtual Bersama Presiden pada Sabtu (28/3/2026)

"Secara umum, anak sekolah yang bersekolah lima hari dalam seminggu akan menerima MBG sesuai hari sekolah, yakni lima hari," ucapnya.

Namun, bagi daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, kebijakan khusus diterapkan. MBG tetap disalurkan pada hari Sabtu untuk memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi.

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana di Jakarta, Sabtu (28/3).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More