BGN Minta SPPG Prioritaskan MBG untuk Menyasar Kelompok 3B

- Pemerintah menetapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—untuk memperkuat intervensi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.
- Indonesia menjadi pionir dengan konsep 'school meal plus' yang tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga mengantarkan makanan bergizi ke rumah kelompok 3B melalui dukungan kader posyandu.
- Hingga Maret 2026, sebanyak 6,2 juta paket MBG untuk kelompok 3B telah disalurkan oleh 52 ribu Tim Pendamping Keluarga di berbagai wilayah Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menetapkan prioritas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai langkah awal memperkuat intervensi gizi nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan pemenuhan gizi pada masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan yang dinilai paling menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan generasi mendatang.
Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, memastikan, pihaknya telah memberikan arahan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan sasaran program MBG kepada kelompok 3B sebelum menyasar sekolah atau peserta didik. Sebab kelompok 3B dinilai sebagai kelompok yang lebih rentan sehingga perlu diutamakan
“Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan," ujar Sony dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
1. Indonesia menjadi pionir dalam memberikan makanan bagi kelompok 3B

Sony mengatakan, Indonesia menjadi pionir dalam memberikan makanan bagi kelompok 3B. Hal tersebut menjadi keunggulan program MBG dibandingkan praktik serupa di negara lain karena lebih dari 77 negara hanya melaksanakan makan gratis di sekolah (school meal).
"Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B," ujar dia.
2. Inovasi mengantarkan makanan bergizi ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dukungan kader posyandu

Di samping itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi mengantarkan makanan bergizi ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dukungan kader posyandu. Dia pun berharap melalui program ini terjadi perubahan pola pikir masyarakat bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.
"Pola pikir masyarakat Indonesia berubah yang tadinya tidak memperhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur karbohidrat, protein, serat, dan vitamin," kata Sony.
3. 6,2 juta MBG untuk sasaran 3B telah didistribusikan oleh 52 ribu Tim Pendamping Keluarga

Per bulan Maret 2026, distribusi MBG untuk kelompok 3B telah mencapai jumlah yang membanggakan. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan sebanyak 6,2 juta MBG untuk sasaran 3B telah didistribusikan oleh 52 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK).
"Alhamdulillah, ini (MBG 3B) juga kita pastikan nanti berjalan di seluruh Indonesia, walaupun belum sampai pelosok,” ujar dia.


















