BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra Menurun Tapi Harus Tetap Waspada

- Masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih ada di Sumatra Barat
- Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, khususnya di area rawan bencana
- Siklon Tropis Senyar adalah fenomena atmosfer langka yang memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah di Sumatra
Jakarta, IDN Times - BMKG menyatakan, potensi cuaca ekstrem di Sumatra kian menurun. Hal ini berdasarkan hasil observasi pergerakan Siklon Tropis Senyar, Minggu (30/11/2025). Siklon Tropis Senyar yang berada di Laut China Selatan diklaim terus menjauhi wilayah Indonesia.
"Berdasarkan hasil observasi pergerakan Ex-Siklon Tropis SENYAR yang berada di Laut China Selatan dan terus menjauhi wilayah Indonesia sehingga potensi cuaca ekstrem semakin berkurang," demikian bunyi pernyataan BMKG.
1. Masyarakat harus tetap waspada

Kendati potensi cuaca ekstrem menurun, BMKG tetap mengimbau masyarakat di wilayah terdampak khususnya Sumatra Barat, untuk tetap waspada. Hujan masih berpotensi turun dalam sepekan mendatang.
Hal itu disebabkan kombinasi beberapa faktor dinamika atmosfer yang masih aktif. Suplai uap air yang tinggi, suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan barat Sumatra, hingga pola angin yang membentuk daerah belokan dan konvergensi. Kondisi tersebut membuat proses pembentukan awan hujan tetap intens.
"Mempertimbangkan bahwa wilayah Sumatra Barat pada November dan Desember adalah masih dalam puncak musim hujan, serta kondisi dinamika atmosfer seperti Indeks Ocean Dipole (IOD), Sea Surface Temperatur (SST) dan belokan/konvergensi arus udara yang masih aktif mensuplai uap air, sehingga masih memicu potensi pertumbuhan awan-awan hujan di Wilayah di Sumatra Barat dalam sepekan ke depan," bunyi keterangan BMKG, dikutip Minggu (30/11/2025).
2. Masyarakat harus ikut perhatikan kondisi lingkungan sekitar

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Khususnya mereka yang tinggal di area rawan bencana, seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, hingga kawasan dengan riwayat banjir, longsor, atau galodo.
Pemantauan kondisi tanah, aliran air, dan potensi gerakan tanah dinilai penting sebagai langkah antisipasi dini untuk mengurangi risiko saat hujan dengan intensitas tinggi kembali turun. Mengenali titik-titik rawan bencana juga penting, sekaligus memantau informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas, serta mencari lokasi yang aman apabila hujan dengan intensitas tinggi muncul.
3. Apa itu Siklon Tropis Senyar?

Siklon Tropis Senyar adalah fenomena atmosfer langka yang terbentuk di sekitar Selat Malaka. Siklon ini memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi yang berdampak pada sejumlah wilayah di Sumatra.
Dampaknya semakin parah karena maraknya pembalakan hutan di berbagai kawasan. Berkurangnya tutupan vegetasi membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap air dengan baik, sehingga meningkatkan risiko banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
















