PMI Gerak Cepat Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sumatra

- PMI mengirimkan bantuan logistik ke Lhokseumawe, Tapanuli Tengah, dan Padang
- Prabowo instruksikan jajaran bergerak cepat salurkan bantuan logistik ke tiga provinsi terdampak banjir bandang
- Pemerintah salurkan bantuan sejak hari pertama bencana, dengan total 303 korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara
Jakarta, IDN Times - Palang Merah Indonesia (PMI) bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan logistik dalam mendukung operasi tanggap darurat bencana banjir Sumatra. Bantuan dikirim menggunakan pesawat Hercules bersamaan dengan bantuan Presiden pada Jumat (28/11/2025).
Jenis bantuan yang diberangkatkan ke lokasi bencana meliputi 350 peralatan kebersihan, 350 selimut, 1.500 sarung, 150 boks peralatan bayi, 150 terpal, 1.500 kelambu, 750 pakaian, 750 pakaian dalam, dan 1.500 baju daster.
1. Bantuan difokuskan ke Lhokseumawe, Tapanuli Tengah, dan Padang

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menyatakan seluruh bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir di berbagai lokasi. PMI dipastikan akan terus mengupayakan percepatan bantuan, termasuk jika harus mengutamakan pengadaan barang secara lokal.
Adapun, pendistribusian bantuan difokuskan pada tiga titik utama yaitu Lhokseumawe, Aceh, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (Sumut), dan Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Bantuan akan didistribusikan lebih lanjut ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.
"Semua mekanisme yang cepat dan efektif kami prioritaskan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," kata JK dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
2. Prabowo instruksikan jajaran bergerak cepat

Pemerintah menyalurkan bantuan logistik penanggulangan bencana menuju tiga provinsi terdampak banjir bandang, yakni Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kementerian agar bergerak lebih responsif sejak awal kejadian. Bantuan itu diberangkatkan pada Jumat (28/11/2025) pukul 07.30 WIB, melalui Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
"Jadi, pagi ini sekitar pukul 07.30, telah diberangkatkan, atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait, untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat, tiga Hercules, kemudian satu A400 yang awal bulan ini tiba di Tanah Air untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana," ujar Teddy dalam keterangan resmi.
3. Pemerintah salurkan bantuan sejak hari pertama bencana

Presiden Prabowo menginginkan penyaluran bantuan terus berjalan. Teddy mengatakan, pemerintah telah bergerak cepat menyakurkan bantuan sejak hari pertama banjir tersebut mengepung sejumlah wilayah di Sumatra.
Distribusi logistik ke lokasi bencana, dijelaskan Teddy, dilakukan dengan menggunakan pesawat TNI maupun maskapai sipil terus berjalan. Bantuan menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan warga terdampak bencana.
"Sejak hari pertama, 25 November, Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan kepada Bapak Menko PMK untuk mengkoordinir secara langsung terkait penanganan bencana," ujar Teddy.
Berdasarkan data per Sabtu (29/11/2025), total ada 303 korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. BNPB mencatat Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Pada Jumat (28/11/2025), jumlah korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 jiwa.
Adapun, jumlah korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatra Barat sudah mencapai 137. Sebanyak 47 korban meninggal ditemukan di Aceh. Sebanyak 90 jiwa lainnya ditemukan meninggal di Sumatra Barat.



















