5 Kawasan Transmigrasi di Aceh Terisolasi Akibat Banjir Bandang

- Akses darat banyak yang terputus, menyulitkan penyaluran logistik
- Kementrans pastikan penanganan banjir cepat dan terukur, dengan dukungan dari Perum BULOG
- Korban meninggal dunia di Sumut, Aceh, dan Sumbar, capai 303 jiwa
Jakarta, IDN Times - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mencatat terdapat lima kawasan transmigrasi yang terisolasi di Provinsi Aceh akibat banjir bandang.
Adapun, lima kawasan transmigrasi yang terdampak banjir bandang tersebut meliputi Harus Muda Jaya di Kabupaten Bireuen, Cot Girek di Kabupaten Aceh Utara, Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang di Kabupaten Bener Meriah, serta Ketapang Nusantara di Kabupaten Aceh Tengah.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, memastikan pihaknya memonitor perkembangan terhadap lima daerah transmigrasi yang masih terisolasi itu. Upaya penanganan dilakukan berjenjang sejak laporan pertama diterima.
"Sejak tiga hari lalu, saya menerima laporan dari Tim Ekspedisi Patriot mengenai kondisi lima kawasan transmigrasi yang terisolasi. Setiap informasi yang masuk langsung kami tindak lanjuti untuk memastikan intervensi cepat dan tepat," kata dia kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).
1. Akses darat banyak yang terputus

Iftitah terbang langsung ke Kabupaten Bener Meriah untuk meninjau langsung kondisi daerah transmigrasi yang masih terisolasi. Dijelaskannya, akses darat terputus di banyak titik, sehingga penyaluran logistik menghadapi sejumlah kendala.
"Saya pernah berada di Aceh pascagempa dan tsunami 2004. Namun bencana kali ini berbeda, banyak jalan putus dan akses berubah cepat, sehingga strategi logistik harus adaptif," kata dia.
Iftitah mengatakan, hingga pukul 03.00 WIB proses percepatan distribusi bantuan tetap berlangsung intensif di Kualanamu.
"Kami mengupayakan agar bantuan dapat dikirim sebanyak dan secepat mungkin untuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, dan titik lainnya. Negara hadir, dan kami bekerja siang malam untuk masyarakat," kata Iftitah.
2. Kementrans pastikan penanganan banjir cepat dan terukur

Kementerian Transmigrasi memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan cepat, terukur, dan terkoordinasi lintas kementerian/lembaga. Pembaruan resmi akan disampaikan sesuai perkembangan lapangan.
Iftitah mengatakan, Perum BULOG telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung kebutuhan pangan di kawasan terdampak. Hari ini, pemerintah juga mengirimkan bantuan logistik berupa beras dari Medan menuju Lhokseumawe sebagai bagian dari percepatan penyaluran bantuan pangan.
"Saya telah berkomunikasi dengan Direktur Utama Bulog. Mereka memastikan ketersediaan dan distribusi pangan bagi seluruh warga yang terdampak, tidak hanya masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi. Ini misi kemanusiaan," kata Purnawirawan TNI itu.
3. Korban meningal dunia di Sumut, Aceh, dan Sumbar, capai 303 jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi mengenai kondisi dan situasi pascabanjir hebat menghantam tiga provinsi di Sumatra dalam waktu berdekatan. Berdasarkan data per Sabtu (29/11/2025), total ada 303 korban meninggal dunia di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengatakan Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Pada Jumat (28/11/2025), jumlah korban meninggal di Sumut mencapai 116 jiwa.
"Artinya, dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia. Temuan ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," ujar Suharyanto.
Adapun, jumlah korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatra Barat sudah mencapai 137. Sebanyak 47 korban meninggal ditemukan di Aceh. Sebanyak 90 jiwa lainnya ditemukan meninggal di Sumatra Barat.
















