Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mendikdasmen: MBG Bantu Murid Meningkatkan Motivasi Belajar

Mendikdasmen: MBG Bantu Murid Meningkatkan Motivasi Belajar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti dalam rakor di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3)/ (dok Kemendikdasmen).
Intinya Sih
  • Program MBG menjadi bagian dari penguatan karakter lewat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, terbukti meningkatkan motivasi belajar dan pemerataan gizi bagi murid dari berbagai latar sosial.
  • Hingga kini, MBG telah menjangkau 49,6 juta murid di lebih dari 288 ribu sekolah, dengan dukungan modul edukasi dan pedoman implementasi yang terintegrasi secara nasional.
  • Pemerintah menaikkan anggaran pendidikan di atas Rp100 triliun untuk revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran, sementara SPPG berkontribusi besar pada ekonomi lokal melalui perputaran dana miliaran rupiah tiap bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times -Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan program MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari penguatan pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).

Sebagai informasi, 7 KAIH meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Gerakan ini terus meluas berkat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

"Berdasarkan hasil penelitian kolaboratif dengan LabSosio UI, program MBG membantu murid meningkatkan motivasi belajar, memberikan pengalaman menyenangkan bagi siswa baik dari produk maupun saat makan bersama, juga memberikan kesempatan bagi siswa dari kelompok sosio-ekonomi rendah mendapatkan pangan yang bergizi," jelasnya dalam Rapat Koordinasi Implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3/2026).

1. MBG telah jangkau 49,6 juta murid

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pontianak Selatan memasukkan tray makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan ke dalam mobil saat penjemputan. (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pontianak Selatan memasukkan tray makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan ke dalam mobil saat penjemputan. (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)

Dalam keterangan tertulis, Mu'ti menerangkan capaian program telah menjangkau 49,6 juta murid atau 93 persen dari total 53,4 juta siswa di seluruh Indonesia, yang tersebar di 288.845 sekolah sebesar 66,5 persen.

"Pemerintah juga telah mendistribusikan modul edukasi dan pedoman implementasi MBG yang terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter ke seluruh sekolah" ucapnya.

2. Anggaran pendidikan naik di atas Rp100 triliun

Pembagian MBG selama Ramadan di SMP Negeri 1 Bantur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Pembagian MBG selama Ramadan di SMP Negeri 1 Bantur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Mendikdasmen menambahkan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 diproyeksikan naik hingga di atas Rp100 triliun untuk mendukung revitalisasi sekitar 70 ribu sekolah serta penguatan digitalisasi pembelajaran melalui Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP).Mendikdasmen juga menekankan upaya perbaikan berkelanjutan.

"Prinsip kami adalah: apa yang tidak bisa diambil semuanya, jangan dibuang semuanya. Jika ada kendala dalam implementasi MBG, kami akan terus memperbaikinya demi memastikan 100 persen anak Indonesia mendapatkan hak gizi yang layak sekaligus pendidikan karakter yang baik,” ujarnya.

3. Setiap SPPG menerima Rp1 miliar per bulan

SPPG UNISA Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
SPPG UNISA Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sementara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memaparkan dampak ekonomi nyata di lapangan. Hingga saat ini, sebanyak 3.826 SPPG di Jawa Tengah telah beroperasi dengan nilai perputaran uang mencapai Rp6 triliun.

"Setiap SPPG menerima Rp1 miliar per bulan, di mana 70 persen dananya digunakan untuk membeli bahan baku dari petani dan UMKM lokal. Ini adalah suntikan ekonomi langsung ke desa," jelasnya.

Program ini telah melibatkan 152.593 relawan, 12.598 supplier, serta 1.837 koperasi di Jawa Tengah.

“Kami juga terus melakukan penyisiran data untuk menjangkau santri di pesantren salafiyah, ibu hamil, dan balita yang belum memiliki NIK agar semua mendapatkan manfaat," terang Dadan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More