Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatra Capai 1.167 Jiwa

WhatsApp Image 2026-01-03 at 17.50.27.jpeg
Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Konferensi Pers BNPB. (Dok/Youtube BNPB).
Intinya sih...
  • Jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumatra mencapai 1.167 jiwa, dengan penambahan 10 korban dari Kabupaten Aceh Utara.
  • Jumlah pengungsi menurun menjadi 257.780 jiwa, menandakan progres dalam pembersihan kawasan terdampak dan sebagian warga mulai kembali ke rumah.
  • Percepatan pembersihan infrastruktur terus dilakukan, termasuk fasilitas pendidikan yang akan memanfaatkan tenda darurat untuk proses belajar-mengajar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana di Sumatra terus bertambah. Hingga Sabtu (3/1/2026), total korban jiwa mencapai 1.167 orang, menyusul penambahan 10 korban meninggal dari Kabupaten Aceh Utara.

Data tersebut disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menegaskan, operasi pencarian dan pertolongan korban masih berlangsung di sejumlah wilayah yang memperpanjang status tanggap darurat.

“Hari ini ada penambahan dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa, sehingga total korban jiwa meninggal dunia per 3 Januari 2026 menjadi 1.167 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers BNPB, Sabtu (3/1/2026).

1. Jumlah pengungsi terkini capai 257.780 jiwa

korban bencana banjir dan longsor di pengungsian Pidie Jaya, Aceh
Pemulihan anak-anak korban bencana banjir dan longsor di pengungsian Pidie Jaya, Aceh. (Dok. Kemendukbangga/BKKBN)

Di sisi lain, BNPB mencatat jumlah pengungsi menunjukkan tren penurunan dalam dua hari terakhir. Berdasarkan pendataan terbaru, total pengungsi saat ini berjumlah 257.780 jiwa.

“Penurunan jumlah pengungsi ini menunjukkan adanya progres dalam pembersihan kawasan yang saat ini sedang dilakukan secara intensif. Selain itu, aparat gabungan, masyarakat, relawan, dan berbagai pihak terkait di kawasan terdampak juga aktif membersihkan pemukiman, khususnya rumah-rumah yang mengalami kerusakan sedang hingga ringan,” kata Abdul Muhari.

Penurunan ini menandakan sebagian warga mulai kembali ke rumah setelah kondisi lingkungan dinilai lebih aman.

2. Pengungsi tersisa berasal dari rumah rusak berat

WhatsApp Image 2025-10-13 at 14.25.27 (4).jpeg
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meninjau posko pengungsian kebakaran di Pengadegan Timur, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/10/2025) (Dok. KemenPPPA).

Abdul Muhari menjelaskan, pengungsi yang masih bertahan di lokasi pengungsian mayoritas berasal dari keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hanyut akibat bencana.

Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan lanjutan, mulai dari penyediaan hunian sementara, bantuan tunai, hingga pembangunan hunian tetap.

Di sejumlah daerah, percepatan pembersihan infrastruktur terus dilakukan. Akses jalan, jembatan, serta material sisa banjir dan longsor dibersihkan secara bertahap. Di Aceh Tamiang, kawasan pondok pesantren, jalan protokol, dan permukiman warga dilaporkan mulai berangsur bersih.

3. Sejumlah sekolah siap digunakan pekan depan

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla tinjau lokasi bencana dan pengungsian di Desa Palu Raya dan Bungkah
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla meninjau lokasi bencana dan pengungsian di Desa Palu Raya dan Bungkah, Provinsi Aceh, Jumat (19/12/2025). (Dok. PMI)

Seiring dimulainya semester genap tahun ajaran baru pada 5 Januari 2026, BNPB juga memprioritaskan pembersihan fasilitas pendidikan. Beberapa sekolah dilaporkan sudah siap digunakan kembali.

Sementara itu, sekolah yang masih dalam proses pembersihan akan memanfaatkan tenda darurat untuk menjamin kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan.

“Saat ini, operasi pembersihan masih terus dilakukan. Kemarin juga kita menyampaikan bahwa ada sekolah-sekolah yang memang kita targetkan sudah bersih dan laik pakai, lusa, tetapi mungkin ada kondisi-kondisi beberapa sekolah yang mungkin masih dalam tahap pembersihan, sementara waktu kita akan mengoptimalkan tenda-tenda sementara untuk proses belajar-mengajar,” bebernya menegaskan.

BNPB memastikan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta unsur relawan terus diperkuat agar fase tanggap darurat dan pemulihan pascabencana di Sumatra dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Polri: 3.183 Kecelakaan Terjadi Selama Nataru 2025/2026, 403 Orang Tewas

04 Jan 2026, 08:27 WIBNews