Buruh Soroti Krisis Ekonomi, Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

- Buruh memperingati May Day di depan DPR dengan orasi menyoroti krisis ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok yang makin memberatkan masyarakat.
- Perwakilan buruh mengkritik kebijakan pemerintah serta elite politik yang dinilai gagal menyelesaikan krisis ekonomi dan justru memperburuk kondisi rakyat.
- Aksi diikuti berbagai elemen seperti organisasi buruh, mahasiswa, dan pengemudi ojek online, lengkap dengan panggung orasi serta penampilan musisi.
Jakarta, IDN Times - Orasi buruh menggema dari atas panggung dalam peringatan May Day, menyoroti krisis ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Seorang orator perwakilan masyarakat buruh mempertanyakan dampak kebijakan pemerintah terhadap kondisi rakyat.
"Apakah menyelesaikan krisis ekonomi? Apakah menurunkan harga sembako, harga pangan, harga gas, harga energi di Indonesia? Silakan kawan-kawan kelas buruh merefleksikan apa sikap yang dilakukan oleh serikat buruh hari ini kawan-kawan," kata dia di atas panggung orasi, di depan DPR, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Buruh menegaskan kritik terhadap elite politik dan situasi krisis yang dinilai memburuk. Buruh menyoroti wajah elit yang yang selalu memanfaatkan situasi politik yang tentu memerkaya keterpurukan rakyat kawan-kawan.
"Situasi krisis global, krisis ekonomi, krisis politik kawan-kawan. Prabowo-Gibran sama sekali tidak menyelesaikan persoalan," ujar mereka.
Dari pantauan IDN Times, gedung depan DPR di jalan Gatot Soebroto arah Palmerah sudah dipadati organisasi buruh, mahasiswa hingga para pengemudi ojek online (ojol). Mereka menyampaikan orasi dari atas mobil komando masing-masing yang dibawa.
Terlihat juga panggung kecil berdiri dengan sejumlah musisi bakal tampil dalam peringatan May Day di depan DPR sore ini.


















