Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Presiden Ekuador Tuduh Kolombia Sengaja Kirim Gerilya ke Negaranya

Presiden Ekuador Tuduh Kolombia Sengaja Kirim Gerilya ke Negaranya
Presiden Ekuador, Daniel Noboa. (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Presiden Ekuador Daniel Noboa menuduh Presiden Kolombia Gustavo Petro mengirim pasukan gerilya ke wilayah Ekuador, memperburuk ketegangan yang sudah terjadi akibat perang dagang antarnegara.
  • Petro membantah tuduhan tersebut dan mengajak Noboa bertemu di perbatasan untuk membangun perdamaian, sambil menuding balik Noboa memiliki hubungan dengan pemimpin geng Los Choneros.
  • Di tengah konflik diplomatik, Petro juga memerintahkan investigasi ledakan di Jalan Raya Pan-Amerika yang menewaskan 20 orang, menduga bom itu mungkin berasal dari wilayah Ekuador.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Ekuador, Daniel Noboa menuding Presiden Kolombia, Gustavo Petro, sengaja memerintahkan pasukan gerilya Kolombia ke negaranya. Pernyataan ini setelah adanya dugaan inkursi gerilya Kolombia di Ekuador. 

“Beberapa sumber memberitahukan bahwa ada inkursi di perbatasan utara yang dilakukan pasukan gerilya Kolombia. Mereka melakukan ini atas instruksi dari pemerintahan Petro,” terangnya, dikutip dari EFE, Jumat (1/5/2026).

Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan antara Kolombia dan Ekuador. Sebelumnya, kedua negara sudah terlibat perang dagang dengan menetapkan tarif bea masuk 100 persen. 

1. Sebut Petro tidak menghiraukan peringatan dari Ekuador

Prajurit Ekuador memberi hormat di atas kendaraan lapis baja militer dengan bendera nasional Ekuador berkibar di belakangnya.
Kendaraan Militer Ekuador. (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)

Noboa mengungkapkan bahwa Petro tidak menghiraukan peringatan dari Ekuador. Menurutnya, Petro hanya mementingkan negaranya sendiri dan berniat mengekspor masalah Kolombia ke Ekuador. 

Beberapa tahun terakhir, pasukan gerilya pecahan FARC, termasuk Front Oliver Sinisterra dan Border Commandos sudah berada di teritori Ekuador dekat perbatasan Kolombia. Mereka diduga sudah terlibat dalam penyelundupan narkoba dan penambangan ilegal di perbatasan. 

Noboa, sebelumnya sudah menetapkan Border Commandos dan sejumlah geng kriminal sebagai organisasi teroris. Pemerintah setempat menetapkan krisis keamanan dan menyalahkan geng kriminal atas maraknya pembunuhan dan kekerasan. 

2. Petro minta Noboa tidak percaya kebohongan

Seorang pria mengenakan setelan jas abu-abu memberi isyarat dengan dua jari di ruangan resmi yang dihiasi banyak bendera negara.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)

Menanggapi tuduhan itu, Petro mendesak Noboa tidak mempercayai kebohongan. Ia mengusulkan adanya pertemuan dengan Noboa untuk menyelesaikan ketegangan kedua negara. 

“Silakan pergi ke perbatasan utara dan temui saya di sana. Kita akan membangun perdamaian di area perbatasan tersebut dan berhenti mempercayai kebohongan,” ungkapnya. 

Dilansir The Bogota Post, Petro menyatakan akan menuntut Noboa atas tuduhan punya hubungan dengan pemimpin Los Choneros, Adolfo Macias Villamar alias Fito. Noboa menyebut, Petro bertemu Fito saat berkunjung ke Ekuador. 

3. Petro menduga bom di Jalan Raya Pan-Amerika berasal dari Ekuador

Bendera Kolombia berkibar di tiang tinggi dengan latar belakang langit cerah, menampilkan warna kuning, biru, dan merah yang khas.
ilustrasi bendera Kolombia (unsplash.com/gustavo0351)

Pada saat yang sama, Petro meminta otoritas Kolombia menginvestigasi soal ledakan di Jalan Raya Pan-Amerika, dekat Cajibio. Ia meminta agar penyidik melihat apakah bom yang menewaskan 20 orang tersebut berasal dari Ekuador. 

Pernyataan Petro ini diungkapkan menyusul ketegangan antara Kolombia dan Ekuador. Ketegangan kedua negara memuncak setelah memutuskan untuk menarik duta besar dari Bogota dan Quito sebagai bentuk protes. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More