CCTV Kompleks Polri Masih Berfungsi di Penyidik, Tapi Gambarnya Hitam

Jakarta, IDN Times - Mantan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, Arsyad Daiva Gunawan, mengatakan pihaknya menerima DVR CCTV yang dikirim Chuck Putranto dari kawasan Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, setelah insiden penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terjadi.
Saat diserahkan Chuck, Arsyad mengaku CCTV itu langsung dibawa ke salah satu ruangan untuk dicek.
"Masih terbungkus?" tanya majelis hakim, di persidangan.
"Masih terbungkus plastik hitam," jawab Arsyad.
"Kemudian dibawa ke mana?" tanya hakim.
"Dibawa ke ruangan," jawab Arsyad.
"Tahu proses pengambilan CCTV diambil dari mana?" tanya hakim, lagi.
"Kami tidak mengetahui yang mulia," jawab Arsyad.
"Sempat dibuka?" tanya hakim, memastikan.
"Kami buka plastiknya, kami lihat," ucap Arsyad.
Dari situ, Arsyad mengaku perangkat DVR CCTV dimasukkan dalam tiga kotak yang masing-masingnya tidak dilakban.
Tetapi, Arsyad tidak melihat adanya harddisk yang seharusnya tersedia di dalam perangkat tersebut.
"Selain DVR, ada apalagi?" tanya hakim kepada Arsyad.
"Hanya DVR yang mulia, ada tiga," jawab Arsyad.
"Harddisknya?" timpal hakim.
"Gak lihat, yang saya lihat hanya DVR," ucap Arsyad.
Setelah perangkat tersebut dibawa masuk ke dalam suatu ruangan, Arsyad mengaku langsung membuka kotak tersebut dan melakukan pengecekan.
Kata Arsyad, CCTV tersebut masih dalam kondisi menyala saat dicek oleh tim penyidik.
"Terus?" tanya hakim, memastikan.
"Tidak lama kami terima, kami buka, lalu kami diperintahkan Kanit kami AKP Rifaizal Samual untuk mengecek apakah CCTV tersebut masih menyala," kata Arsyad.
Bahkan, kata mantan anak buah Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ridwan Soplanit itu, CCTV yang dibawa Chuck Putranto tersebut masih berfungsi.
Hanya saja, tampilan dari kamera CCTV itu tidak berwarna melainkan hanya hitam gelap.
"Terus dites nyala?" tanya hakim, lagi.
"Nyala tapi gambarnya hitam," jawab Arsyad.
"Menurut saudara itu rusak atau berfungsi?" tanya hakim.
"Berfungsi," tegas Arsyad.
"DVR-nya tampilkan gambar?" tanya hakim.
"Tidak ada. Tapi ketika diklik muncul username dan password. Kemudian kami laporkan pada Kanit kami dibutuhkan username dan password," tukas Arsyad.
Sebelumnya, Pekerja Harian Lepas (PHL) Divpropam Polri sekaligus anak buah mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Ariyanto, mengatakan mendapat perintah dari Chuck Putranto untuk menaruh DVR CCTV yang diambil dari Irfan Widyanto di bagasi mobil milih Chuck.
Hal itu diungkapkan Ariyanto, saat dirinya dihadirkan sebagai saksi dalam sidang untuk terdakwa dugaan kasus perintangan penyidikan atau obstraction of justice tewasnya Brigadir J, yakni Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria.


















