Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PBB Usul Bentuk Pasukan Perdamaian Baru buat Ganti UNIFIL

PBB Usul Bentuk Pasukan Perdamaian Baru buat Ganti UNIFIL
potret pasukan UNIFIL (flickr.com/Irish Defence Forces via commons.wikimedia.org/Irish Defence Forces)
Intinya Sih
  • PBB melalui Sekjen Antonio Guterres mengusulkan pembentukan pasukan perdamaian baru di Lebanon selatan untuk menggantikan UNIFIL yang akan berakhir masa tugasnya pada 2026.
  • Guterres menawarkan tiga model pasukan dengan jumlah pengamat militer dan batalyon berbeda, agar Dewan Keamanan PBB dapat memilih format paling sesuai untuk menjaga perbatasan Lebanon-Israel.
  • Pembentukan pasukan baru memerlukan dukungan aset penting seperti helikopter, drone, radar, dan unit teknik agar mampu menjalankan misi perdamaian secara efektif di wilayah blue line.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusulkan pembentukan pasukan perdamaian baru di Lebanon selatan untuk menggantikan UNIFIL. Usulan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, lewat sebuah surat yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada Senin (1/6/2026). 

Dalam surat itu, Guterres menjelaskan akan menugaskan ratusan sampai ribuan pasukan untuk menggantikan tugas UNIFIL di perbatasan Lebanon dan Israel di Lebanon selatan. Selain untuk menjaga wilayah perbatasan, ratusan pasukan tersebut nantinya juga akan bertugas untuk menjamin perdamaian dan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.

1. Guterres usulkan tiga model pasukan untuk gantikan UNIFIL

Antonio Guterres sedang berpidato di atas mimbar.
potret Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres (flickr.com/IAEA Imagebank via commons.wikimedia.org/IAEA Imagebank)

Dalam surat tadi, Guterres mengusulkan tiga model pasukan untuk menggantikan UNIFIL. Nantinya, DK PBB bisa memilih model mana yang paling pas untuk menggantikan UNIFIL di Lebanon selatan. 

Model pertama terdiri dari 350 pengamat militer yang dilengkapi 4 batalyon infanteri. Setiap batalyon terdiri dari 750 pasukan utama dan 700 pasukan cadangan. Model kedua terdiri dari 285 pengamat militer yang dilengkapi oleh 2 batalyon. Setiap batalyon terdiri dari 750 pasukan utama dan 450 pasukan cadangan. Sementara itu, model ketiga terdiri dari 215 pengamat militer tanpa senjata yang dilengkapi 2 batalyon. Masing-masing batalyon terdiri dari 450 pasukan utama dan 350 pasukan tanggap cepat.  

2. Pasukan pengganti UNIFIL butuh dukungan aset

Helikopter militer sedang terbang di udara.
potret helikopter militer (pexels.com/Leon Aschemann)

Namun, pembentukan pasukan baru pengganti UNIFIL sebetulnya tidak mudah. Sebab, ada banyak aset pendukung yang harus disiapkan agar pasukan pengganti UNIFIL di Lebanon selatan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Tanpa aset-aset tersebut, pasukan pengganti UNIFIL mustahil bisa menjaga perdamaian di sepanjang perbatasan Lebanon dan Israel. 

Guterres menjelaskan, ada sejumlah aset pendukung yang harus disiapkan DK PBB untuk membantu pasukan pengganti UNIFIL. Aset pendukung tersebut terdiri dari helikopter untuk evakuasi medis, unit teknik dan penjinakan ranjau, sistem pengawasan, drone, radar, dan satelit.

3. UNIFIL sudah bertugas di perbatasan Lebanon dan Israel selama hampir 50 tahun

Pasukan UNIFIL.
potret pasukan UNIFIL (flickr.com/Irish Defence Forces via commons.wikimedia.org/Irish Defence Forces)

Sebagai informasi, UNIFIL merupakan pasukan perdamaian PBB yang ditugaskan untuk menjaga wilayah perbatasan antara Lebanon dan Israel. Wilayah tersebut juga dikenal dengan nama blue line. UNIFIL sudah bertugas menjaga blue line sejak 1978 atau sudah hampir 50 tahun.

Pada 2025, DK PBB mengesahkan pemungutan suara untuk menghentikan tugas UNIFIL di blue line. Pengesahan ini akan mengakhiri tugas UNIFIL di blue line pada akhir 2026. Artinya, UNIFIL sudah tidak akan bertugas lagi di wilayah tersebut pada 2027. Inilah yang membuat PBB akhirnya mengusulkan pembentukan pasukan perdamaian baru untuk menggantikan tugas UNIFIL. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More